Kamis, 15 November 2018

Kanwil DJBC Sumut Musnahkan Barang Ilegal Bersama


#hendrik-rompas

Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara musnahkan barang barang ilegal hasil tangkapan tahun 2017 lalu diwiayah Sumatera Utara bertempat di Jalan Karo Pangkalan BC Sumut pada Selasa (30/10/2028) sore.

Pemusnahan barang bersama ini antara lain Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara,KPPBC TMP B Kuala Namu,KPPBC TMP C Kuala Tanjung dan KPPBC Teluk Nibung.Pemusnahan barang bersama ini atas barang milik negara (BMN)hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai dari Kualanamu ex penumpang,ex penumpang kapal Feri dari Teluk Nibung,hasil oprasi Barang Kena Cukai (BKC)ilegal diwilayah Sumatera Utara serta hasil penindakan aparat penegak Hukum yang diserahkan ke DJBC.

Pemusnahan barang barang ilegal tersebut telah mendapat persetujuan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.Barang yang dimusnahkan antara lain berupa 31 balpres dan 187 karung,74 karton dan 100 pasang sepatu dan alas kaki bekas,443.798 batang rokok,96 MMEA botol minuman nengandung Etil Alkohol,4 unit kapal motor,2188 bungkus makanan,116 bungkus obat obatan,553 pcs kosmetik,17 pcs sparepart dan 52 pcs barang elektronik HP yang diperkirakan senilai 652 juta rupiah dengan potensi kerugian negara sekitar 114 juta rupiah dari cukai bea masuk dan pajak dalam rangka Import .

Kapal motor terkait dengan penyeludupan yang tidak dapat ditemukan pelakunya sehingga tudak dapat diajukan ke sidang pengadilan dimana kondisinya sudah tidak memiliki nilai ekonomis/rusak.Balpres serta sepatu dan alas kaki bekas merupakan  barang yang dilarang untuk diimport dari didi ekonomi import pakaian bekas sangat mendistori pasar domestik produk tekstile dalam negeri hingga industri kecil dan menengah tekstil (IKM) Konweksi Lokal ) dan produk tekstil (TPT) kalah bersaing yang berakibat tutup/mati.Dari sisi kesehatan pakaian bekas berpontensi menularkan penyakit kepemakainya karena tidak terjamin higeinitasnya dan dari sisi dodialnya importasi paksian bekas akan menurunkan harga diri bangsa ditingkat Internasional tebtang kemampuan  daya beli masyarakat Indonesia. ***

Foto Kanwil BC dan barang. ***