Selasa, 21 November 2017

Kajari Binjai Ungkap Kembali "Alkes" RSU Djoelham


#sabar, binjai

Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum (RSU) dr RM Djoelham, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Rabu (8/11) sekitar pukul 11.30.

Penggeledahan langsung dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Viktor. Penggeledahan ini sendiri terkait kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) tahun 2012 dengan pagu anggaran sekitar Rp14 miliar. 

Ketika tiba di rumah sakit, Kajari langsung meminta izin dengan Direktur Utama RSU dr Djoelham, dr Sugianto, sembari menunjukkan surat perintah penggeledahan. 

Selanjutnya, tim penyidik yang diketuai Erlina, langsung menggeledah ruangan Kasubag Keuangan. Dari ruangan tersebut, penyidik membuka lemari baja untuk mencari berkas atau dokumen terkait dugaan korupsi tahun 2012 tersebut. 

Disaat penggeledahaan berlangsung, tim penyidik tak menemukan dokumen keuangan APBN tahun 2012. Bahkan, Kajari sempat mengintrogasi Kasubag Keuangan yang bermarga Singarimbun serta dirut rumah sakit. 

Dari pengakuan Kasubag Keuangan, berkas APBN tahun 2012 tidak pernah diketahui olehnya. "Saya tidak pernah ikut soal APBN. Yang tahu soal itu Pak Sures dan anggotanya," beber Kasubag Keuangan sambil gemetar. 

Begitu juga dengan Dirut RSU dr Djoelham, dr Sugianto, tidak tahu menahu soal dokumen APBN. Akibatnya, Kajari sempat berang. "Bapak memimpin di sini. Masa gak tahu dimana penyimpanan berkas. Bapak bisa kena karena tidak tahu dimana berkas itu, apalagi berkas itu berkaitan dengan kasus ini," tegas Kajari, Victor. 

Pencarian terus berlanjut, mulai dari ruangan Kasubag Keuangan, Dirut, ruang Kepegawaian, Tata Usaha, hingga memeriksa alkes di ruang ICU, Operasi, dan CT Scan. Setelah tiga jam melakukan penggeledahan, akhirnya Kajari dan para penyidik meninggalkan rumah sakit dengan membawa satu kotak dokumen. 

Ketua Tim Penyidik Kejari Binjai, Erlina, saat dikonfirmasi mengatakan, penggeledahan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari penyidikan terhadap 7 tersangka yang sudah ditetapkan. Dari kasus ini, kata Erlina, ditemukan kerugian negara sekitar Rp3,5 miliar. "Kita belum melakukan penahanan, karena sejauh ini kita masih menerima surat perintah dimulainya penyidikan," ujar Erlina.***

Photo: Tim penyidik kejari binjai di Ruang kabag keuangan lt.4 RSUDjholham