Kamis, 15 November 2018

Kadishub Tantang BPKP Audit Investigasi Halte Rp.3,9 Miliar


# lia, binjai

Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan kota Binjai Syahrial SH menantang pimpinan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan ) Provinsi Sumatera untuk melakukan Audit investigasi proyek fisik pembuatan Shelter,Halte dan Rambu jalan yang nyaris rampung dikerjakan di sejumlah kawasan di kota Binjai dengan nilai Pagu Rp.3,9 miliar bersumber dari dana APBD Tahun 2018 yang dikerjakan oleh pemborong/rekanan Buyung Ozi.

“Saya selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran ) dan pimpinan Dishub kota Binjai  ingin mendapat kejelasan apakah betul kualitas dan hasil kerjanya tidak sesuai spesipikasi,” kata Syahrial SH Kadishub kota Binjai kepada wartawan Rabu (31/10/2018) kemarin di Binjai.

Menurut Syahrial, proyek fisik pembuatan Shelter,Halte dan Rambu jalan hampir 100 persen rampung dikerjakan PT.Duta Multi Anugrah. 

"Terus terang tidak ada penyimpangan, saya kesal kalau ada oknum tertentu menyebutkan proyek ini terindikasi korupsi," katanya.

Ditanya apakah pekerjaan pembangunan 45 halte sudah sesuai dengan juknis dan RAB,  Syahrial mengaku yakin tetap sesuai dengan juknis dan spesipikasi. ” Proyek kami sudah dalam pengawasan TP4D, jadi kalau sudah dalam pengawasan TP4D tidak ada lagi yang salah, bahkan proyek ini sudah diaudit Inspektorat kota Binjai hasilnya tidak ada penyimpangan ,”ungkap Syahrial

"Semuanya sudah saya jelaskan bahwa proyek ini tidak ada masalah, jadi tidak ada yang perlu diributkan apalagi dkhawatirkan ,karena itu BPKP kita tantang untuk melakukan Audit investigasi proyek fisik pembuatan Shelter,Halte dan Rambu jalan ini guna mendapatkan apakah proyek ini terindikasi korupsi ,” beber mantan Kasatpol PP Kota Binjai.

Diterangkannya, bagaimana mungkin terjadi penyimpangan, sementara dalam pelaksanaannya melibatkan Konsultan,PPK, PPTK,Pengawas dan TP4D serta Inspektorat kota Binjai.Karena itu kami tidak mau main-main bekerja, kalaupun nantinya ada penyimpangan yang masuk penjara itu adalah  mereka yang teribat dalam proyek itu ,” sebut Syahrial.

Terpisah, Ketua DPC LSM LPPAS-RI (Lembaga Pemantau Pembangunan Dan Aset-RI) Zulkifli mengaku kecewa dengan  hasil akhir  pekerjaan proyek yang didanai dengan uang rakyat itu . 

” Intinya kita mendukung BPKP untuk melaksanakan audit investigasi terhadap proyek fisik pembuatan Shelter,Halte dan Rambu jalan yang diduga terjadi pemborosan dan kebocoran uang negara dalam pengadaan barang/jasa ,terindikasi mengangkangi PP No.54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah dengan PP No.70 Tahun 2012,"urai Zulkifli.

Diungkapkan Zulkifli , pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT.Duta Multi Anugrah terhadap lantai dasar atas campuran semen aduk,  rata –rata kurang dari ketebalan (tingginya) yang ditetapkan dalam spesipikasi sehingga terdapat kekurangan volume pekerjaan setebal 10. Seharusnya segmen ketebalan campuran semen aduknya 25 cm, tapi yang dibuat hanya 15 cm,” kata Zulkifli sembari minta pihak penegak hukum untuk mengusutnya.***

Foto: Pembsngunan Halte Diduga Asal Jadi. ***