Selasa, 21 November 2017

Jadikan Pasar Petisah Ikon Kota Medan

Wali Kota Perintahkan Satpol PP ‘Bersihkan’ PK5


#wasgo, medan
Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin MSi memerintahkan Satpol PP Kota Medan ‘membersihkan’ pedagang kaki lima (PK5) yang selama ini menggelar lapak  di seputaran  Pasar Petisah Medan, Kamis (2/11/2017). 

Selain mengganggu estetika kota, kehadiran PK5 juga menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut. Di samping itu penertiban yang dilakukan ini dalam upaya menjadikan Pasar petisah menjadi salah satu ikon belanja di Kota Medan.

Penertiban yang dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan ini semula berjalan lancar. Sebab, sebelum penertiban dilakukan para pedagang telah diberi surat peringatan agar tidak berjualan lagi di tempat tersebut. Namun masih ada beberapa pedagang yang  tidak mengidahkannya dan membiarkan lapaknya di pelataran maupun bahu jalan seputaran Pasar Petisah.

Itu sebabnya Sofyan memerintahkan anggotanya untuk mengangkat lapak milik pedagang yang membandel tersebut. Di saat petugas Satpol dibantu  petugas Polsek Medan Baru, Koramil 01 Medan Barat, PD Pasar serta kepala lingkungan  yang berjumlah sekitar 303 personel mengangkati lapak milik pedagang seperti meja, tenda, payung serta besi-besi tempat gantungan baju, tiba-tiba seorang pria berambut cepat mengenakan sweater hitam  berlogo polisi militer di lengan kiri datang marah-marah.

Selain menghalangi petugas Satpol PP mengangkat  lapak milik PK5, pria itu juga minta kepada  petugas Satpol PP yang ada di atas truk agar menurunkan seluruh  perlengkapan pedagang berjualan agar diturunkan dari dalam truk. “Cepat, kau turunkan semua itu sekarang!”  teriak pria itu sambil menunjuk ke arah  seorang ptugas Satpol PP yang ada di atas truk.

Lantaran permintaannya tidak diatnggapi, pria cepak itu semakin emosional. Dia kemudian menarik besi-besi yang digunakan para PK5 untuk menjajakan dagangan mereka. Seorang petugas koramil  kemudian datang mengampiri dan menegur aksinya namun pria  cepat itu tak bergeming serta semakin menjadi.

Petugas Satpol PP pun mulai tersulut emosi. Melihat kondisi yang mulai tidak kondusif, Camat Medan Petisah, Parlindungan Nasution pun selanjutnya mendatangi pria tersebut dan langsung menanyakan kartu anggota (KTA) karena menduganya sebagai aparat TNI. Pria itu mengatakan tidak ada.“Kalau tidak memiliki KTA, mengapa anda mengenakan swater yang ada logo polisi militer?”  kata Parlindungan.

“Ini bukan baju saya tapi punya abang saya,” jawab pria cepak itu. Mendengar jawaban tersebut, sejumlah petugas Satpol PP yang sudah tersulut emosi langsung mengerumuni  pria cepak itu dan ingin menghajarnya. Melihat itu, Kasatpol PP langsung menghalnginya. “Mundur, jangan bertindak anarkis!” tegas Sofyan. ***

Foto: Satpol PP Kota Medan ‘membersihkan’ pedagang kaki lima (PK5) yang selama ini menggelar lapak  di seputaran   Pasar Petisah Medan, Kamis (2/11/2017).***