Minggu, 16 December 2018

Duh...Demseria Bolos Ngajar Delapan Tahun


#sabar, binjai
Meski bolos mengajar sejak tahun 2010, namun oknum guru SDN 027144, Demseria Simbolon masih menikmati gaji kotor senilai Rp4.367.900 setiap bulan.

Kejadian miris itu terungkap saat pihak penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi untuk dimintai keterangan, beberapa waktu lalu. “Ada delapan orang saksi yang dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, tapi baru enam orang yang hadir,” ungkap Kepala Seksi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting, pekan lalu.

Ia juga mengklaim, ada pejabat di jajaran Setdako Binjai yang ikut dipanggil untuk menjalani pemeriksaan, yakni Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Amir Hamzah, kerap disapa Amir Birong. “Demseria ini guru SD Negeri yang sudah lama tidak masuk, tapi gajinya jalan,” tukas Asepte yang saat itu didampingi Kasi Intel, Erwin Nasution.

Dikemukakannya, kasus ini juga melibatkan PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) Medan karena telah mencairkan anggaran kematian atas nama Desmeria Simbolon, berdasarkan pengajuan suaminya, Adesman Sagala sekira tahun 2014. Padahal, kata Asepte, Desmeria belum meninggal. “Diduga manajemen PT Taspen tidak melakukan pemeriksaan akurat sehingga mencairkan dana kematian atas nama Desmeria Simbolon sebanyak dua kali, yakni tanggal 5 Mei 2014 senilai Rp59.179.200 dan tanggal 23 November 2014 senilai Rp3.207.300,” tuturnya.

Ia menambahkan, dana kematian dari PT Taspen itu ditransfer ke rekening BRI Pajak Tavip Binjai atas nama Adesman Sagala. Namun, lanjutnya, pejabat PT Taspen berhalangan hadir dan memohon jadwal ulang pemanggilan pada 8 Oktober 2018. "Kita memanggil Muhaimin Adami. Sekarang dia menjabat Kepala Bidang Layanan dan Manfaat PT Taspen Cabang Pematangsiantar,” ujarnya.

Berdasarkan penyidikan sementara, kata Asepte, pencairan dana kematian itu berkat adanya surat kematian yang dibuat Adesman Sagala. Penyidik menduga, Adesman Sagala mengurus semua dokumen administrasi kematian fiktif dan kemudian diajukan ke PT Taspen. "Pemanggilan PT Taspen ini dilakukan dengan maksud penyidik mau tahu apa dasarnya PT Taspen mencairkan dana itu. Untuk Demseria Simbolon, belum dipanggil," sebutnya.

Secara terpisah, Kepala BKD Binjai, Amir Hamzah, mengaku telah memenuhi panggilan pihak penyidik Pidsus Kejari Binjai pada Kamis (4/10/2018). “Saya hadir dalam posisi sebagai Kepala BKD Binjai,” tukasnya.

Ia mengklaim, persoalan Demseria Simbolon bukan tanggung jawab BKD, melainkan Dinas Pendidikan (Disdik) Binjai. “Ini persoalan guru, makanya tanggung jawab Dinas Pendidikan yang lalai, sehingga bisa begitu lama baru terungkap,” sebutnya melalui sambungan telepon seluler.

Ketua TOPAN RI Kota Binjai, Arif Budiman Simatupang, mengecam ketidaktegasan pihak Disdik Binjai dalam menyikapi masalah ini. “Saya menduga ada indikasi keterlibatan Kepala SDN 027144 Binjai Utara, Sulasih dan Kepala UPT Disdik Binjai Utara, Emi Sutrisnawati, Bendahara UPT Disdik Binjai Utara, Irwan Khotib Harahap hingga Kabid Dikdas Disdik Binjai,” tudingnya.***

Teks Foto : Gedung SDN 027144 di kawasan Jalan MT Haryono Kecamatan Binjai Utara, tempat Desmeria Simbolon mengabdi. Foto Sabar Simanjuntak