Rabu, 24 October 2018

Dugaan Korupsi Alat Peraga di Disdik Binjai

Penyidik Tetapkan Delapan Tersangka Baru


#sabar, binjai
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Viktor Antonius Saragih Sidabutar, menyatakan, penyidik menetapkan delapan tersangka lagi dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat peraga SD di Dinas Pendidikan (Disdik) Binjai Tahun Anggaran 2011.

“Mulai hari ini, kita resmi menaikkan status delapan saksi menjadi tersangka," paparnya didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Asep Gaulle Ginting, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Erwin Nasution, dan Penyidik Seksi Pidana Khusus, LA Sembiring, di ruang kerjanya, Senin (8/10/2018) petang.

Ia menjelaskan dari delapan tersangka itu, tiga diantaranya merupakan panitia lelang proyek senilai Rp1,2 miliar, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu, masing-masing berinisial JM (Ketua panitia lelang), AB (Sekretaris) dan HS (Bendahara). Sementara lima tersangka lainnya merupakan PNS yang tergabung dalam panitia penerima hasil pekerjaan, yakni berinisial RS, EN, AR, OA dan RSN. "Dengan penambahan delapan tersangka baru, maka secara keseluruhan kita telah menetapkan 11 tersangka dalam kasus ini," tutur mantan Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Kasubdit Tipikor Jampidsus) Kejagung RI itu.

Viktor menambahkan, penetapan status tersangka terhadap kedelapan saksi setelah penyidik menemukan beberapa fakta dan bukti baru, paska operasi penggeledahan Kantor Disdik Binjai pada 24 September 2018. Selain itu, pihaknya juga mencermati laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara, serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). "Terkait penetapan tersangka baru, maka status perkara ini telah masuk pada penyidikan khusus. Sejak hari ini juga, kita akan buat sprindik khususnya," sebut mantan Kajari Kuala Tungkal ini.

Kendati demikian, pihaknya belum berniat melakukan penahanan terhadap seluruh tersangka. Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan sesuai petunjuk dari tim Penyidik Seksi Pidana Khusus. "Jika nantinya proses audit kerugian negara oleh pihak BPKP selesai dan laporannya telah kita terima, maka secepatnya perkara ini kita limpahkan ke Pengadilan TIpikor Medan untuk segera disidangkan," ujarnya.

Sekadar mengingatkan, sebelumnya penyidik Pidsus Kejari Binjai telah menetapkan tiga tersangka utama terhitung sejak 28 Maret 2018 lalu. Ketiga tersangka dimaksud, masing-masing mantan (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, yang kini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Binjai berinisial IG, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), BB dan Direktur CV Aida Cahaya Lestari, DS, selaku rekanan proyek. Dalam perkara ini, modus korupsi yang diduga dilakukan ketiga tersangka ialah dengan melakukan penggelembungan harga (mark-up) hingga pengadaan fiktif alat peraga Sekolah Dasar Negeri.***

Teks Foto: Kajari Binjai, Viktor Antonius Saragih Sidabutar didampinggi sejumlah staf memberikan keterangan di Kantor Kejari Binjai, Senin (8/10/2018). Foto Sabar Simanjuntak