Rabu, 14 November 2018

Cemari Lingkungan Warga dengan Tinja

Copot Kepala Rutan Kelas II-B Labuhan Deli


#hendrik-rompas

Limbah tinja 1500 orang penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kls IIB Labuhan Deli yang disalurkan ke parit umum membuat resah ratusan KK warga Lingkungan 7 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan terutama bila musim hujan air limbah tinja tersebut menggenangi rumah rumah warga hingga keasrama dan kantor Polisi Medan Labuhan.

Hal tersebut dikatakan Muhammad Faisal Nasution warga Asrama Polisi kepada wartawan di Madjid AL Iklas usai sholat Jumaat (19/10/2018). Untuk itu Muhammad Faisal Nasution mewakili 600 KK yang bermungkim di Lingkungan 7 Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan mintak kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,Yasona Hamonangan Laoly untuk mencopot Kepala Rumah Tahanan Kelas ll B Labuhan Deli dari jabatannya karena tidak becus melaksanakan tugas sebagai Kepala Rutan.

Pasalnya limbah 1500 orang warga binaan yang ada didalam Rutan tersebut mencemari perumahan warga sekitarnya  dan sudah berjalan bertahun tahun lamanya yang keluar dari Septytanknya sehingga membuat warga menjadi resah terutama warga yang mau melaksanakan Ibadah Sholad di Madjid AL Iklas yang bersebelahan dengan Rutan.

Sementara itu Ketua DPP Kaumi (Kesatuan Aksi Umat Islam) H Irfan Hamidi minta kepada Kepala Rutan Kelas B Labuhan Deli,Nimrot untuk segera membuat Septytank yang besar dan harus disedot setiap minggunya agar tidak melimpah mengotori pemungkiman warga sekitarnya.Bila permintaan ini tidak ada tanggapan dari Kepala Rutan,maka kami akan melakukan aksi kekantor Menkum Ham Sumatera Utara di Medan.

Jika himbauan ini tidak digubris oleh Kepala Rutan Kelas B Labuhan Deli, Nimrot maka kami minta kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonedia untuk segera mencopotnya dan menggantinya dengan pejabat yang baik dan bisa berkordinasi dengan Pemerintah dan masyarakat.

Pantauan di dilokasi limbah yang keluar dari Rutan Kelas ll B Labuhan Deli mengalir kedalam drenace/paret berwarna kuning itu karena didiram air hujan tapi ada pula sudah kering dan karena panas matahari. Pada depan Masjid Al-Ikhlas limbah tinja tersebut mengeluarkan aroma busuk sehingga mengganggu warga yang akan melaksanakan Ibadah di Masjid . ***