Jumat, 16 November 2018

Brankas KPU Binjai masih Misterius


#sabar, binjai
Kasus hilangnya brankas berisikan uang Rp250 juta dan 1.910 hologram di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Binjai, masih misterius. Penyidik Polres Binjai seakan tak berdaya membuka tabir misteri kasus yang terjadi tiga tahun silam itu.

"Selama kasus ini tidak terungkap, kami juga jadi tersandera karena publik menilai kami di KPU ini semuanya maling," keluh Ketua KPUD Binjai, Hery Dani, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (5/9/2018).

Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk Kapolres semasa dijabat AKBP Mulya Hakim. “Sampai saat ini, kita masih sering berkoordinasi dan melayangkan surat ke penyidik . Baru-baru ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres. Artinya, kami tetap mempertanyakan dengan harapan kasus ini secepatnya terungkap," ucapnya.

Dani mengakui, tak lama setelah kasus ini bergulir di tangan penyidik, pihaknya sempat merasa lega setelah pihak kepolisian mengaku adanya titik terang tersangka dalam perkara ini. "Tapi yang diamankan ternyata pencuri AC dan tersangka tidak mengakui pencurian brankas dan hologram itu. Mungkin tersangka memang tidak melakukan tindakan itu," paparnya.

Terkait indikasi keterlibatan orang dalam, Dani justru penasaran ingin mengetahuinya. "Makanya kami mau kasus ini terungkap. Kalaupun ada orang dalam yang terlibat, kami juga bisa mengetahui," sebutnya.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Firman, saat dikonfirmasi via selulernya mengaku akan mengecek ulang kasus tersebut. "Saya lagi di Polda, ada Rakernis. Nanti saya cek," tulisnya melalui WA.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Binjai semasa AKP Bambang Tarigan, kepada awak media mengatakan, pihaknya mencurigai adanya indikasi permainan orang dalam pada kasus ini. Sebab, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca-kejadian, tidak ditemukan kerusakan kunci pintu atau jendela kantor serta pintu kamar tempat brankas tersebut.***

Teks Foto: Ketua KPUD Binjai, Hery Dani mempertanyakan kasus hilangnya brankas di kantor KPUD tiga tahun lalu yang masih misterius, Rabu (5/9/2018). Foto Sabar Simanjuntak