Kamis, 15 November 2018

Binjai Super Mall Diduga Mengemplangan Pajak?


#sabar – binjai

Dugaan pengempalngan pajak di Binjai Super Mall (BSM) menguap. Bahkan, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) disebutkan sudah memanggil Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Affan Siregar. 

Kepada rekan pers (6/11/2018), Affan Siregar mengakui kalau dirinya sudah dipanggil Kejari untuk dimintai keterangan terkait dugaan pengemplangan pajak tersebut. 

Dijelaskan Affan, dugaan pengempalangan pajak itu awalnya diketahui adanya laporan. Kemudian ditindak lanjuti oleh pihak Kejari. "Semua sudah saya jelaskan, dan menurut saya tidak ada masalah," kata Affan. 

Diakuinya, pihak Kejari mempertanyakan tiga jenis pajak, mulai dari pajak parkir, restoran, dan reklame. "Ketiga pajak ini tidak ada masalah dan terus kami tagih setiap bulannya," tegas Affan. 

Lebih lanjut dikatakan Affan, pajak di BSM ditagih sesuai ketentuan yang berlaku. "Untuk pajak parkir 30 persen dari omset, pajak restoran 10 persen, dan pajak reklame 25 persen," jelasnya. 

Untuk pajak parkir dari BSM, sambung Affan, per tahunnya mencapai Rp100-an juta lebih. "Begitu juga dengan pajak restoran. Yang jelas, kita banyak memperoleh pajak dari BSM," pungkasnya. 

Namun persoalannya, sebut Affan, apakah pihak wajib pajak melaporkan pendapatannya secara jujur atau tidak. "Kita hanya menagih sesuai laporan wajib pajak. Jujur tidaknya laporan itu hanya wajib pajak yang tahu. Kalau tidak jujur, itu sudah bagian dari korupsi dan bisa ditindak lanjuti oleh penyidik," beber Affan. 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Binjai, Erwin, saat dikonfirmasi via selulernya mengaku belum mengetahui terkait dugaan pengemplangan pajak di BSM ini. "Nanti saya tanyakan dulu sama Kasis Pidsus, soalnya Kasis Pidsus dan Kajari lagi keluar. Nanti salah jawab gak enak," ucapnya. ***

Photo : kabag keuangan dan Aset Pemko Binjai Affan seregar ketika di tanya rekan pers di ruang kerjanya..Selasa( 6/11/2018). ***