Selasa, 21 May 2019

20 PNS Pemko Binjai Diberhentikan, 13 Berstatus Mantan Koruptor


# lia, binjai

Puluhan Pegawai Negeri Binjai jajaran Pemko Binjai resmi diberhentikan dari jabatan masing-masing.Ada belasan orang PNS Pemko Binjai di antaranya terlibat kasus tindak pidana korupsi yang sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap.

Kepala BKD Pemko Binjai, Amir Hamzah ditemui di ruang kerjanya,Rabu (13/3) menyatakan, 20 orang PNS resmi diberhentikan dan sudah ada Surat Keputusan.Rinciannya 13 orang terlibat pidana korupsi, dan tujuh orang terlibat pidana umum seperti, narkotika, penggelapan, indisiplin.

"Ada semua nama-namanya. Cuma ini sifatnya rahasia ya. Gak bisa lah saya buka nama-namanya. Mohon diinisialkan ya. Semua ada 20 orang, rinciannya 13 orang yang kasus korupsi, dan tujuh orang lagi kasusnya ada yang narkotika, indisiplin, penipuan, pidana umum," kata Amir Hamzah.

Saat diminta detail nama-nama, Amir tetap enggan membeberkan. Dia beralasan kemanusiaan, dan kesihan kepada pihak keluarga yang bisa mendapat efek hukuman sosial di mayarakat.

"Kita ini kan manusia, gak luput dari salah dan dosa. Bukan terkesan membela mereka, tapi kan mereka juga punya keluarga, saudaranya, kan orang sudah tahu. Maaf lah aku, kasihan aku, jujur kasihan," ungkap Amir dengan nada memohon.

Dikatakan Amir, ada 20 nama, 13 PNS kasus korupsi yakni PM, W, E, NE, ZS, AS, AS, AB, IS, Y, MRN, AMN, RJN. Semuanya saat ini ada yang sudah menjalani masa hukuman, dan ada yang sudah selesai. Sedangkan tujuh yang dipecat selain korupsi IP, AR, AT, DS, NHSB, DAS, DC, yang menonjol yakni oknum Guru Demseria Simbolon.

"Semua sudah diberhentikan. Ada yang mantan eselon II, ada yang eselon III, ada yang mantan Kadis Kebersihan. 20 orang sudah diserahkan SK pemberhentian secara bertahap sesuai prosesnya mereka masing," jelasnya.

"Mereka pasti menyesal juga, kasihan juga sebenarnya, menyangkut keluarganya, walau rezeki sudah diatur Allah. Kami prihatin. Makanya kami minta mohon diinisialkan saja lah nama-namanya," ujarnya.

Dijelaskan Amir, tersangka DAK tahap I, Ismail Ginting selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap jabatan Sekretaris Disdik. Kemudian Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara.

Tahap II, yang ditetapkan tersangka yakni, Ketua Panitia Pengadaan Lelang Joni Maruli, Sekretaris Arapenta Bangun dan Anggota Hendra Sihotang. Kemudian dari Panitia Penerima Hasil Lelang yakni Olivia Agustina, Erinal Nasution dan Rosmiani merupakan Aparatur Sipil Negara di Disdik, Rahmat Soleh ASN Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Ahmad Rizal ASN Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Binjai.

Dari 11 tersangka, penyidik baru melakukan penahanan terhadap Dodi Asmara dan Bagus Bangun yang kini sudah dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas  IIA Binjai dan Rutan Tanjung Gusta Medan.Pengadaan alat peraga ini dilakukan Disdik Kota Binjai yang bersumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu sebesar Rp1,2 miliar, terang Amir Hamzah.***

Foto : Kepala BKD Binjai Amir Hamzah. ***