Jumat, 3 July 2020

Walikota Binjai Vidcon dengan KPK, Wagubsu dan OJK


#jack, binjai

Walikota Binjai, H.M.Idaham,SH,M.Si mengikuti rapat koordinasi melalui video conference bersama dengan KPK, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pemerintah daerah sumatera utara dan Bank Sumut terkait optimalisasi pendapatan daerah dan pencegahan korupsi dalam sektor perbankan di ruangan Binjai Command Center (BCC), Selasa (30/06/2020). Rapat Koordinasi ini digelar serentak di kabupaten/kota se- Sumatera Utara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengarahkan fokus mereka ke bank-bank daerah untuk meningkatkan perekonomian daerah. Bank daerah diminta harus mampu menjadi stimulus kebangkitan perekonomian di daerah-daerah termasuk Sumatera Utara (Sumut) dengan tata kelola yang baik.

Mewujudkan hal tersebut KPK bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ini disambut baik oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah. Wagub optimis dengan pendampingan yang dilakukan KPK dan OJK, Bank Sumut bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjadi stimulus kebangkitan perekonomian daerah. “Bank Sumut sudah banyak memberikan kegiatan perbankan untuk pembangunan Sumut dan terus semakin baik. Dengan adanya pendampingan dan arahan dari KPK dan OJK, kita tentu optimis Bank Sumut akan lebih cepat perkembangannya, yang berimbas kepada PAD, bukan hanya Pemerintah Provinsi, tetapi juga kabupaten/kota,” kata Musa Rajekshah saat membuka rapat daring dengan KPK, OJK, Bank Sumut dan kepala daerah.

Musa Rajekshah meminta kepada pemerintah daerah kabupaten/kota agar memaksimalkan penggunaan Bank Sumut untuk berbagai kegiatan perbankan seperti kas daerah, penyaluran bantuan dan lainnya. Menurutnya dengan begitu Bank Sumut akan lebih cepat berkembang. “Kami Pemerintah Provinsi meminta Pemkab/Pemko untuk menggunakan Bank Sumut dalam semua kegiatan perbankan. Itu akan meningkatkan deviden pemegang saham. Siapa pemegang sahamnya, ya kita semua, Pemprov, Pemkab/Pemko yang akhirnya akan meningkatkan PAD kita sendiri. Besarkanlah bank kita ini,” tambah Musa Rajekshah.

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi KPK Wilayah I Maruli Tua mewanti-wanti komisaris dan direksi Bank Sumut untuk menjauh dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Dengan begitu, Bank Sumut akan lebih baik dan mampu meningkatkan perekonomian daerah di masa sulit seperti saat ini. “Kita sudah tahu modus-modus KKN yang dilakukan BUMD-BUMD dan yang paling rawan saat ini adalah gratifikasi. Kepada direksi, komisaris, kepala cabang bila melihat ada hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada segera lapor ke kami. Kita melakukan ini semua untuk mengoptimalisasi BUMD dalam hal ini Bank Sumut,” kata Maruli Tua.

Menurut laporan, kata Maruli Tua, Bank Sumut sudah bekerja dengan baik dalam dua tahun terakhir, tercatat kinerja Bank Sumut hingga 2018 ada pertumbuhan aset 3,01% dengan laba bersih Rp5,83 triliun. 

Kepala OJK Regional V Sumbagut Yusuf Ansori mengatakan pihaknya akan membantu segala upaya untuk peningkatan perekonomian daerah.  “Tugas kita mendukung pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian dan juga melindungi konsumen. Kita akan dukung upaya Pemprov Sumut dan juga KPK untuk meningkatkan PAD dan menjadikan Bank Sumut sebagai stimulan pertumbuhan ekonomi Sumut. Saya harap ini segera tercapai agar ekonomi kita segera pulih setelah mendapat tantangan dari Covid-19,” terang Yusuf. 

Turut serta dalam rapat tersebut Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut Muchammad Budi Utomo dan para Kepala Cabang Bank Sumut se-Sumut. ***