Jumat, 22 November 2019

Dipasok Kepelabuhan Perikanan Gabion Belawan

Aparat Tutup Mata BBM Ilegal Beredar Bebas


#hendrik-rompas, belawan

Setiap harinya puluhan ton bahan bakar bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal dimasukkan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Minyak solar itu digunakan untuk keperluan bahan bakar kapal ikan pukat trawl.

Poniran, warga Bagan Deli, mengatakan diperkirakan puluhan ton bbm solar illegal masuk ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, yang diangkut menggunakan truk tanki dan becak yang bebas keluar masuk tanpa ada tindakan dari instansi terkait.

“Ya saya sendiri heran, mengapa bisa bebas keluar masuk. Kita menduga bbm jenis solar tersebut merupakan bbm bersubsidi yang dipasok untuk kapal ikan yang alat tangkapnya jenis trawl," terang Poniran, Minggu (20/10/2019).Jika ini dibiarkan bebas, sambung Ponoran, tentunya akan berpengaruh terhadap persediaan di pasaran. Apalagi, harga di pasaran cukup berbeda jauh dengan harga untuk kebutuhan perikanan.

"Kita tidak mengetahui harga minyak yang sebenarnya di Pelabuhan Perikanan,apakah harga minyaknya berdasarkan harga di SPBU atau harga industri. Karena yang kita ketahui harga minyaknya mencapai antara Rp6000 hingga Rp8000.Sedangkan harga minyak solar di SPBU mencapai Rp5050 dan harga minyak industri Rp9000," katanya.

Sementara iru salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan masuknya BBM solar Ilegal ke Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan dideking sejumlah petugas terkait di Belawan. Pengamatan wartawan ini di Pelabuhan Perikanan Gabion, setiap hari mobil tanki dan becak pengangkut BBM solar Ilegal ini keluar masuk.Jika menggunakan mobil tanki yang duduk didepan 2 orang memakai pakaian dinas separo dan bila diangkut becak barang dikawal petugas. ***

Foto mobil tanki pengangkut BBM ilega. (*)