Selasa, 21 November 2017

Diantaranya Cucu Korban, Tersangka Pembunuh Nek Halima di Marelan Dibekuk


>> hendrik-rompas, belawan

Tiga pria, Ra (29), Ja (19) dan Fa (20) warga Martelan terduga pelaku pembunuhan Nek Halima (79) warga Jalan Marelan 5 Pasar 2 Barat Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, Jumat dinihari (22/2) dibekuk petuga Polres Pelabuhan Belawan dan jajarannya Polsekta Medan Labuhan.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyita baranh bukti berupa uang tunai hasil tindak kejahatan para tersangka berupa uang tunai sedikitnya Rp 1,5 juta serta sebuah gelanh dan cincin terbuat dari kuningan berikut 2 unit sepeda motor yang digunakan para pelaku sebagai transportasi dalam melakukan aksi tindak pidana tersebut.

Keterangan yang dihimpun wartawan di Mapolres Pelabuhan Belawan menyebutkan, Ra yang merupakan cucu korban dibekuk petugas kepolisian dari tempat persembunyiannya atau rumah bapak angkatnya di kawasan Biruen Nangroe Aceh Darussalam.

Sedangkan, Ju dan Fa yang disinyalir ikut serta dalan aksi pembunuhan Nek Halima dengan modus perampokan tersebut diringkus pihak berwajib dari lokasi persembunyiaan mereka pada salah satu tempat di kawasan Medan Sunggal.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto didampingi Kapolsekta Medan Labuhan, Kompol Riza Pahlevi Lubis dan Kasat Reskrim AKP Yudi Ferianto SIK mengatakan selain Ra, Ju dan Fa dua pria lainnya yang diduga kuat sebagai eksikutor pembunuhan terhadap Nek Halima masih diburon dan dalam kejadian tersaebut cucu korban yakni Ra merupakan perencana aksi perampokan terhadap Nek Halima.

Sementara itu, Ra yang ditanyai wartawan mengakui kalau ia merupakan perencana aksi perampokan terhadap Nek Halima dengan melibatkan 4 orang temannya. Ia juga mengatakan, hal tersebut dilakukannya karena sakit hati terhadap korban sebab ketika Ra meminta bantuan dana untuk biaya persalinan istrinya yang dalam waktu dekat diperkirakan akan segera melahirkan anaknya yang pertama Nek Halima tidak memberikan dengan dalih tidak memiliki uang dan menganjurkan agar meminta uanhg kepada ayahnya.

Berangkat dari penolakan tersebut Ra kemudian menyusun renacana perampokan terhadap korban apalagi belum lama berselang Nek Halima baru menjual sebidang tanah di kawasan Kelurahan Tanah Enam Ratus dengan harga kurang lebih Rp 70 juta. Ra juga mengatakan terkait dengan kasus tersebut istrinya yang saat iini sedang hamil tua sama sekali tidak mengetahui atau ada keterlibatannya dalam kejadian tersebut. ***