Jumat, 16 November 2018

Tingkatkan Produksi Padi

Sumut Optimalkan Lahan Rawa


#fey, medan
Guna meningkatkan produksi padi, Provinsi Sumatera Utara (Provsu) bakal mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa untuk dijadikan areal persawahan.

“Alih fungsi lahan pertanian akibat modernisasi mendorong optimalisasi lahan rawa di Sumatera Utara sangat penting dalam upaya meningkatkan produksi padi,” papar Pj Gubsu, Eko Subowo, diwakili Staf Ahli Gubsu, Elisa Marbun dalam peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38, Hari Krida Pertanian ke-46 dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan tingkat Sumut tahun 2018 di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), kawasan Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (5/9/2018).

Ia menjelaskan, saat ini sejumlah kabupaten telah memanfaatkan lahan rawa menjadi areal persawahan, yaitu Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Simalungun dan Toba Samosir. Begitu juga kabupaten/kota lainnya, seperti Langkat, Deliserdang, Serdangbedagai, Asahan dan Tanjungbalai, yang memanfaatkan rawa pesisir menjadi perkebunan sawit dan perikanan.

Berdasarkan data, kata Eko Subowo, luas areal lahan rawa di Sumut berkisar 78.871 hektar yang tersebar di berbagai kabupaten/kota itu. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sebesar 41,46% lahan rawa yang bisa dikembangkan. Diakuinya, tingkat kesuburan lahan rawa relatif rendah dibanding umumnya. Produksi padi di lahan rawa yang disulap menjadi areal persawahan berkisar 2,5-3 ton per hektar. Kendati demikian, melalui pemanfaatan teknologi dan sistem pengairan yan baik, produktivitas lahan bisa meningkat.

“Tujuan pemanfaatan lahan rawa itu agar swasembada pangan Sumatera Utara tetap terjaga, bahkan bisa menjadi penyumbang pangan nasional,” tutur Eko Subowo.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu, Ir Dahler Lubis MMA, yang ditemui saat mengunjungi stan pameran, membenarkan hal itu. Menurutnya, alih fungsi lahan berpotensi menurunkan pencapaian produksi padi. “Kita sengaja memanfaatkan momen peringatan HPS tahun 2018 ini dengan mengambil tema Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia tahun 2045,” ungkapnya lantas mengklaim kegiatan itu diikuti seribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Ia mengemukakan, kegiatan peringatan HPS ke-38 ini dirangkai dengan peringatan Hari Krida Pertanian ke-46 serta Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan. Ditambahkannya, sejumlah kegiatan yang diselenggarakan adalah lomba cipta menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal yang diikuti 26 kabupaten/kota di Sumut. Tak hanya itu, lanjutnya, kegiatan juga dimeriahkan dengan kontes ternak inseminasi buatan vaksinasi massal, pameran/bazar/pasar murah.

“Ada juga pemberian penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara tingkat Provinsi Sumatera Utara dan penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani bidang ketahanan pangan, peternakan, pertanian dan perkebunan serta pemberian makanan tambahan anak sekolah dasar,” ujarnya.

Sekadar informasi, pada kegiatan itu, Kabupaten Deliserdang menjadi juara umum peringatan HPS ke-38 dan akan mewakili Sumut ke tingkat nasional yang berlangsung pada 18-21 Oktober 2018 di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.***

Teks Foto: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Ir Dahler Lubis MMA didampingi Wakil Bupati Simalungun, Amran Sinaga, Kepala Biro Perekonomian Setda Provsu, Ernita Bangun dan Staf Ahli Gubsu, Elisa Marbun mendengarkan penjelasan peternak sapi yang memenangkan kontes, di arena PRSU kawasan Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (5/9/2018). Foto Fey