Selasa, 21 November 2017

Tim WFQR I Koarmabar Gagalkan Penyelundupan Beras Ketan


#hendrik-rompas

Tim WFQR I Koarmabar  Menggagalkan upaya penyelundupan 60 ton beras ketan dari Thailand. Puluhan ton kapal itu diangkut menggunakan kapal kargo kayu dengan nama KM Bintang Timur GT 60 dengan nomor 275/QQD di Muara Sungai Air Masin, Desa Airmasin, Kecamatan Seruwai, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Minggu, (5/11/2017).

"Penindakan kapal itu berawal dari informasi yang diterima petugas WFQR I Koarmabar . Petugas kemudian melakukan patroli diseputar perairan yang disebutkan itu dan mencurigai salah satu kapal yang berlayar di perairan tersebut," ujar Kepala Dinas Penerangan Lantamal I Mayor Marinir Jayusman, Senin (6/11/2017).

Lanjut Jayusman, kapal patroli kemudian mendekat ke kapal itu. Namun saat didekati, kapal itu langsung menghindar dengan melakukan manuver yang berbahaya.

"Pada saat melaksanakan pengejaran, salah satu kapal kargo kayu melakukan manuver yang membahayakan. Sehingga, diberikan tembakan peringatan. Dan akhirnya kapal tersebut mematikan mesin kapalnya. Tim WFQR berhasil on board dan melakukan pemeriksaan," jelas Jayusman.

Dalam pemeriksaan, lanjut dia, kapal itu sudah berada di Pelabuhan Satun Thailand sekitar 26 hari dan bermuatan barang ilegal sekitar 60 ton beras ketan.

"Juga ditemukan 4 karung pupuk, 7 ABK yaitu Suhendri (34), Slamet (45), Edy Syahputra (34), Abdul (45), Mislan (43), Anuar (34), Abdul Halim (21). Sedangkan nahkoda kapal diketahui inisial N melarikan diri dengan melompat ke laut saat dilaksanakan penangkapan," terangnya.

Saat ini kapal bermuatan 60 ton beras ketan itu berada Dermaga Mako Lantamal I di Belawan, Sumatera Utara untuk proses lebih lanjut. ***