Jumat, 24 May 2019

Target Restocking 1 Juta Benih di Danau Toba Tahun 2017

Gubsu Tebar 45 Ribu Benih Ikan di Danau Toba


# jack, medan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) H T Erry Nuradi menabur 45ribu benih ikan di perairan Danautoba sebagai upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan, Rabu (22/3/2017).

Ikan yang disebar jenis Nilem (Paitan) dan Tawes hasil penangkaran Dinas Perikanan dan Kelautan Provsu tersebut bagian dari target restocking satu juta benih di perairan Danau Toba untuk tahun 2017.
Hadir mendampingi Gubsu Ketua Komisi E DPRD Sumut H Zahir, sejumlah Bupati se-kawasan Danau Toba diantaranya Simalungun, Samosir, Tobasa, Humbahas, Karo dan Wakil Wali Kota Pematang Siantar. Sementara Gubernur didampingi Kepala Dinas Perikanan Kelautan Zonny Waldi, Kepala Bappeda Irman, Kadis Perhubungan Anthony Siahaan, Kadis
Pariwisata E Marbun, Plt Kabiro Otda Basarin Tanjung, Plt Kabiro Humas Ilyas Sitorus serta sejumlah pejabat lain.
Gubernur mengatakan penaburan benih ikan tersebut sejalan dengan banyaknya pengaduan masyarakat bahwa jumlah hasil tangkapan nelayan semakin berkurang dari sebelumnya. Sehingga program ini adalah bagian dari upaya melestarikan lingkugan Danau Toba, khususnya perbaikan kualitas air juga peningkataan perekonomian nelayan.

"Jadi kami lakukan penaburan benih sebanyak 15ribu benih ikan tawes dan 30ribu benih ikan Nilem (paitan). Mudah-mudahan apa yang kita tabur ini bisa berkembang biak dengan baik," ujar Gubernur usai membuka kegiatan Pra Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi.
Tidak hanya itu, setelah menabur benih ikan yang sudah dilakukan beberapa kali di kota wisata tersebut lanjut Erry, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berharap seluruh masyarakat dan pihak terkait bersama menjaga lingkungan Danau Toba. Dengan begitu, ikan akan mendapatkan tempat yang baik untuk berkembang biak.
"Makanya kalau kualitasnya jelek, tentu akan membuat habitat ikan ini menjadi terganggu. Makanya kalau bicara perikanan, tidak terlepas dari isu lingkungan," kata Gubernur.
Selain itu, Erry juga berharap setelah aksi yang dilakukan Pemprovsu menjadi stimulus kepada pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba untuk melakukan kegiatan serupa untuk menambah jumlah ikan endemic sekaligus meningkatkan penghasilan nelayan yang mencari kehidupan dari menangkap ikan di danau Supervplcano tersebut.
"Karena kondisinya sekarang kita tahu, ikan pora-pora yang sebelumnya banyak sekarang sudah banyak berkurang. Sehingga mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa diikuti kabupaten lain," sebutnya.
Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Zonny Waldi menjelaskan bahwa ikan tawes dan bukan nilem (paitan) merupakan jenis ikan asli Danau Toba yang keberadaannya sudah hampir mendekati punah. "Jadi kami ambil induknya, kami tangkarkan, jinakkan dan kembang biakkan. Ikan ini adalah pemakan plankton. Dan ikan ini juga pemakan muntahan ikan budidaya KJA (Kerambah Jaring Apung)," ujar Zonny yang menyebutkan keberadaan pora-pora sebelumnya juga sama.***