Minggu, 19 May 2019

Sosialisasi Kenaikan Tarif Air di Kecamatan Medan Marelan

PDAM Tirtanadi Jangan Sampai Dikelola Swasta


# relis       

Masyarakat di Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Marelan berharap agar pengelolaan air untuk kebutuhan hajat hidup orang banyak tetap dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi dan jangan sampai dikelola oleh perusahaan swasta.

"Sebab dengan dikelola oleh pemerintah daerah melalui PDAM Tirtanadi, maka masyarakat akan tetap bisa menikmati air bersih dengan harga yang murah. Tentu akan berbeda jika pengelolaan air untuk hajat hidup orang banyak dilakukan oleh swasta," kata Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution, Selasa (11/4).

Hal itu dikemukakannya di hadapan puluhan pelanggan PDAM Tirtanadi saat memberikan kata sambutan di acara Sambung Rasa Pelanggan dalam rangka "Sosialiasi Penyesuaian Tarif Air Minum" yang diselenggarakan PDAM Tirtanadi di Aula Kantor Kecamatan Medan Marelan.

Menurutnya air sebagai sumber kebutuhan utama hidup masyarakat harus sepenuhnya dikuasai dan dikelola oleh pemerintah agar tetap dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi "Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai sepenuhnya oleh
negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat."

"Karena itu kita berharap agar pengelolaan air ini tetap dilakukan oleh pemerintah dan semoga PDAM Tirtanadi akan terus dikelola oleh pemerintah agar air tetap bisa harganya lebih murah. Jika PDAM Tirtanadi sampai dikelola swasta, maka masyarakat tidak akan bisa lagi menikmati air dengan harga yang murah. Sebab namanya perusahaan swasta tentu hanya akan memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Mereka akan membuat tarif air dengan harga yang mahal," jelas Parlindungan.

Dalam kesempatan itu Parlindungan menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada PDAM Tirtanadi yang menyelenggarakan sambung rasa pelanggan sekaligus sosialisasi kenaikan tarif air kepada masyarakat pelanggan di wilayahnya.

Menurutnya masyarakat juga perlu mengetahui dan memahami bagaimana pengelolaan air yang dilakukan pemerintah melalui PDAM Tirtanadi agar masyarakat bisa memanfaatkan air itu dengan sebaik-baiknya.

"Apalagi kita ketahui di berbagai belahan dunia saat ini air menjadi sumber permasalahan dan mengalami krisis. Sementara di daerah kita air relatif masih mudah diperoleh sehingga hal ini sepatutnya harus selalu kita syukuri," ujarnya.

Hal senada dilontarkan Abdul Hakim Siagian, staf pengajar dari USU dan UMSU yang menjadi salah seorang narasumber dalam acara itu. Dia mengaku sangat setuju PDAM sebagai badan usaha yang melayani penyediaan air bersih untuk kebutuhan hidup masyarakat harus tetap dikelola oleh pemerintah dan tidak boleh diserahkan ke swasta.

Dia menegaskan bahwa sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 tersebut, khususnya terkait dengan masalah air bersih kebutuhan hidup rakyatnya, pemerintah memang sudah seharusnya bertanggung jawab untuk mengelola dan menyediakannya.       

Sementara itu Ketua Tim Sosialisasi Kenaikan Tarif Air Zulkifli Lubis memaparkan kondisi PDAM Tirtanadi. Menurutnya meski PDAM Tirtanadi merupakan badan usaha milik Pemprovsu, perusahaannya tetap membuka diri untuk juga bisa dimiliki pemkab/pemko dengan cara turut memberikan penyertaan modal.

PDAM Tirtanadi butuh Rp1,8 triliun lagi untuk membangun berbagai infrastruktur agar pelayanannya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat utamanya di wilayah perkotaan. Antara lain untuk membangun sejumlah IPA baru, uprating IPA untuk meningkatkan debit air, membangun jaringan perpipaan, dan sebagainya.

"Saat diproses di instalasi pengolahan, air yang kita hasilkan itu sebenarnya layak minum. Namun dalam proses pendistribusiannya inilah yang kerap terjadi masalah. Kita punya ribuan kilometer pipa dan secara berkala harus dirawat dan dibersihkan. Seperti dari IPA Hamparan Perak yang memasok air bersih ke wilayah Medan Marelan ini, minimal setahun sekali harus kita cuci pipanya. Saat itulah air yang sampai ke rumah pelanggan kondisinya menjadi kotor. Kotornya air yang sampai ke rumah pelanggan ini juga kerap terjadi karena kebocoran pipa, dan banyak penyebab lainnya," jelasnya.

Turut hadir dalam acara sosialisasi itu Kepala Divisi SIM PDAM Tirtanadi Cece Harahap, Kepala PDAM Tirtanadi Cabang Medan Labuhan Asri Hasran Ritonga, dan Ahmad Rivai Parinduri dari komunitas masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. ***