Rabu, 23 October 2019

Petani Sumut Terima Bantuan Benih Jagung Hibrida


#ferry, medan
Sebanyak 1.068,17 ton dari total bantuan 2.136,345 ton benih jagung hibrida telah didistribusikan ke para petani di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provsu, Juwaini SP MMA, bantuan untuk pengembangan jagung seluas 142.423 hektar itu akan berlangsung hingga pertengahan September 2017.

“Bantuan ini merupakan bagian dari program upaya khusus padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale, red). Setiap hektar mendapat bantuan 15 kilogram benih jagung,” paparnya kepada wartawan di ruang kerjanya kawasan Jalan AH Nasution Medan, Selasa (22/8/2017).

Ia mengklaim, Tanah Karo menjadi kabupaten di Sumut yang memiliki lahan terluas untuk pengembangan tanaman jagung, yakni mencapai 30 ribuan ha. Sementara, kata Juwaini, tahun lalu Kabupaten Karo hanya mendapatkan 25 ribu ha.

Ditambahkannya, Kabupaten Simalungun dan Humbang Hasundutan (Humbahas) juga mendapatkan “jatah” pengembangan tanaman jagung lumayan luas. “Untuk Humbahas, seluas 11.500 hektar. Kita targetkan, ke depan kabupaten ini bisa mendapatkan alokasi seluas 30 ribu hektar karena potensial untuk pengembangan tanaman jagung,” tuturnya.

Juwaini juga memuji antusiasme pihak Pemkab Humbahas dalam hal pengembangan tanaman jagung. “Pihak Pemkab Humbahas sangat responsif. Kita akan menjadikan Humbahas sentra jagung setelah Kabupaten Tanah Karo,” tegas Juwaini.

Mengenai varietas jagung hibrida, pihaknya berusaha menyesuaikannya dengan keinginan petani. “Petani mengusulkan varietas yang disukainya ke dinas pertanian setempat, kemudian diteruskan ke dinas provinsi. Soalnya, petani yang mengetahui varietas apa yang cocok di lahan mereka,” sebut Juwaini lantas menyatakan varietas favorit petani seperti Pioneer, Bisi, Biosit, NK dan Bima.***

Foto Ilustrasi