Selasa, 16 July 2019

Penyuluh Pertanian harus Kuasai Teknologi Informasi


ferry, medan

Penyuluh pertanian harus mampu menguasai teknologi informasi dalam upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Demikian dikemukakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi saat membuka Rapat koordinasi dan Sinkronisasi Penyuluhan serta Penyerahan Kontrak Kerja Tenaga Haarian Lepas-Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian dan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) 2017 di Aula Madinatul Hujjaj, Asrama Haji Medan, Selasa (4/4/2017).

Dijelaskannya, kegiatan ini untuk menyatukan langkah dan persepsi dalam meningkatkan kinerja penyuluh, POPT dan PBT mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. “PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan, red), POPT dan PBT (Pengawas Benih Tanaman, red) merupakan garda terdepan aparatur di sektor pertanian untuk menggerakkan laju pembangunan sektor pertanian umumnya serta tanaman pangan dan hortikultura, khususnya,” ujar Gubsu dihadapan ribuan peserta dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Sumut.

Lebih lanjut dikatakannya, kontribusi Sumut dalam penyediaan pangan nasional khususnya padi cukup besar yakni berkisar 5,82%, jagung 6,72%, cabai merah 13,40% dan bawang merah 1,11%. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi padi Sumut pada 2016 mencapai 4,6 juta ton atau meningkat 13,98% dari tahun sebelumnya. Sementara, jagung 1,6 juta ton pipil kering atau meningkat sebesar 35,36%.

“Kepada penyuluh dan petugas POPT,, saya meminta mengembangkan pola baru dalam perwujudan swasembada pangan berkelanjutan melalui langkah olah tanah setiap hari, tanam setiap hari anti panen setiap hari di daerah saudara,” tuturnya.

Gubsu juga berharap, pengunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) bisa dioptimalkan untuk memudahkan mengolah lahan. Selain itu, para penyuluh diimbau agar mampu menerapkan inovasi baru melalui Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk mempercepat peningkatan produktivitas. “Pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut harus memberikan perhatian serius dalam membina petani dan kelompok tani. Kalau ada yang tidak kenal dengan penyuluh pertanian di daerahnya, berarti yang bersangkutan tidak bekerja,” tegasnya lantas menambahkan, sesuai UU Nomor.23/2014 Tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Menteri Pertanian No.43/2016 Tentang Pedoman Nomenklatur, Tugas dan Fungsi Dinas Urusan Pangan dan Dinas Urusan Pertanian Daerah, kegiatan penyuluhan pertanian berada pada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Sebelumnya, Plt Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Azhar Harahap SP MMA melaporkan, jumlah penyuluh pertanian di Sumut 2.789 orang, terdiri atas Penyuluh Pertanaian PNS (ASN) 1.156 orang, Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THL-TB) Penyuluh Pertanian (PP) Pusat 1.633 orang dan THL-TBPP Provinsi 165 orang. Khusus petugas POPT PNS berjumlah 135 orang, THL 109 orang dan BPT 86 orang. “Total jumlah petugas pertanian yang bertugas di lapangan sebanyak 3.119 orang,” ungkapnya.

Azhar mengklaim, honor dan BOP penyuluh THL-TBPP Januari dan Februari 2017 telah diproses pencairannya ke KPPN Medan I untuk 24 kabupaten/kota. Sisanya, yakni Tapanuli tengah, Tebingtinggi, Tanjungbalai, Tapanuli selatan, Sibolga, Tapanuli utara, Nias, Dairi dan Tanah Karo belum dapat diproses karena belum menyerahkan rekomendasi pembayaran dan klarifikasi rekening bank ke pihak Dinas TPH Sumut.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian yang diwakili Mariati Tamba mengingatkan kunci sukses pembangunan pertanian adalah ketersediaan pasokan air, proses pemasaran, pemanfaatan teknologi pertanian dan teknologi informasi, kemudian membangun korporasi petani. Tak hanya itu, sinergitas antar-kementerian sebagai lembaga pusat dan daerah juga dibutuhkan. “Khusus untuk penyuluh yang berusia 35 tahun ke atas, sebatas kontrak kerja yang haknya sama dengan PNS. Hanya saja, berbeda status,” urainya.***

Teks Foto: Gubsu HT Erry Nuradi menyerahkan kontrak kerja kepada perwakilan penyuluh pertanian dalam rapat koordinasi di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan, Selasa (4/4/2017). Foto Fey