Rabu, 23 October 2019

Pembangunan Pasar Titikuning Rampung:

Pasar Wisata Pertama segera Hadir di Sumut


#nasib-ts, medan

Pasar Titi Kuning (Tikung) diproyeksikan sebagai pasar wisata pertama di Sumut dan terbaik di Indonesia. Untuk mewujudkan itu, tentu harus menyiapkan berbagai sarana dan prasarana.

"Target itu secara bertahan sudah dipenuhi, di antaranya tempat berdagang telah ditata dengan baik, tidak boleh menambah lapak yang sudah tersedia, kebersihan harus terjaga, kamar mandi sangat bersih dan fasilitas-fasilitas lainnya," sebut Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya saat soft opening Pasar Tikung, Jalan Brigjen Zein Hamid, Titi Kuning, Medan, Rabu (2/10/2019).

Karena itu, kata Rusdi didampingi Direktur Operasional Yohny Anwar, Direktur Keuangan Osman Manalu, Direktur SDM Arifin Rambe, Kepala Cabang I PD Pasar Syafrizal Lubis, Kepala Pasar Titikuning Herman Harahap serta pengembang Pasar Tikung, Hendy Ong, para pedagang diimbau menaati peraturan yang sudah ditentukan serta jangan memaksakan keinginan pribadi sebab berpeluang bertentangan dengan aturan.

"Mari‎ jadikan pasar sebagai rumah pedagang, atur segala sesuatunya dengan baik termasuk tempat berjualan, koridor atau akses di pasar yang kita huni. Sebab itu faktor terpenting untuk menjadi pasar idaman dan percontohan," ajak Rusdi.

Rusdi mengatakan, soft opening ini sengaja dipercepat pascaterbakarnya penampungan sementara yang berada tempat di samping. "Sekarang seluruh pedagang yang mencapai 389 orang sudah bisa berjualan. Mari kita jaga bersama agar pasar ini ramai dikunjungi masyarakat. Dengan demikian, tentu meningkatkan geliat ekonomi," pungkasnya.

Sementara Hendy Ong menambahkan, rencananya Januari 2020 ‎akan dilakukan grand opening Pasar Tikung. Saat ini, kondisi pasar tinggal finishing di beberapa titik.

Disinggung upaya untuk mencapai target sebagai pasar wisata pertama di Sumut, Hendy Ong mengaku beberapa fasilitas sudah disiapkan seperti lift barang dan orang termasuk musala. "Pasar ini terdiri dari empat lantai. Lantai satu disiapkan ‎untuk pedagang tradisional, lantai dua dan tiga rencananya difungsikan untuk pedagang oleh-oleh khas Medan termasuk souvenir dan lantai empat ruang terbuka hijau (RTH) serta pusat jajanan," tuturnya.

Dikatakan, saat ini sudah terjadi pergeseran budaya di tengah masyarakat. "Jika dulu‎ masyarakat terkesan abai dengan kebersihan pasar, namun saat ini mereka peduli. Pembeli ingin datang ke pasar yang bersih. Mari jadikan pasar ini kebanggaan kita bersama," ajaknya.‎

Saat itu, juga dilakukan pemotongan tumpeng, pemberian bantuan kepada anak yatim piatu, pemberian plakat serta pengguntingan pita persis di depan pintu masuk pasar. Tampak hadir pejabat PD Pasar lainnya antara lain

Kemudian, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya dan Hendy Ong juga meninjau langsung ke dalam pasar untuk melihat kondisi serta berdialog dengan para pedagang.‎‎ ***