Sabtu, 20 October 2018

Padi Organik Sergai ke Mancanegara


#ali amran, sei rampah
Sebagai salah satu sentra beras di Sumatera Utara (Sumut) dengan produksi mencapai 300.485 ton gabah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) terus mengembangkan pertanian organik. Targetnya, bisa menembus pasar mancanegara.

“Serdangbedagai terus mempromosikan beras organik, tidak hanya di Indonesia tapi juga ke mancanegara,” ungkap Bupati Sergai, Ir H Soekirman saat menjadi narasumber kegiatan Lokakarya dan Rapat Pimpinan Perhiptani di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (2/10/2018) petang.

Melalui WhatsApp dengan Kadis Kominfo Sergai, H Ikhsan AP, Rabu (3/10/2018), Bupati Soekirman menyatakan, padi organik asal Desa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan telah sukses pada even The 4th Asian Local Government for Organic Agriculture (ALGOA) Summit di Goesan County, Chungbuk Organic Agriculture Research, Korea Selatan pada beberapa waktu lalu. Indikator itu terlihat dari banyaknya undangan kepada Bupati Sergai untuk tampil sebagai keynote speaker di beberapa kegiatan bertemakan pertanian.

“Saya berharap adanya dukungan dari berbagai stakeholder terkait penyediaan pupuk dengan maksimal untuk peningkatan tanaman organik di Serdangbedagai,” tutur Ketua DPW Perhiptani Sumut dan Ketua Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Sumut itu.

Setelah tercatat sebagai anggota ALGOA pada tahun 2017, kata Bupati Soekirman, Pemkab Sergai juga mempunyai komitmen dalam mengembangkan pertanian organik dan sedang getol memperomosikannya di berbagai negara. Ia memuji tema kegiatan lokakarya tersebut yakni “Memantapkan Peran Perhiptani dalam Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045 melalui gerakan Peningkatan Penerapan Pupuk Organik dan Penguatan Sistem Penyuluhan Pertanian”. “Ini sejalan dengan program yang telah dilakukan Pemkab Serdangbedagai,” tukasnya.

Ia menambahkan, sejak tahun 2003 telah dicanangkan kegiatan Sistem Integrasi Padi Ternak (SIPT) di berbagai kelompok tani. Hasilnya, saat ini sejumlah kelompok tani di Sergai telah memiliki sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organis Seloliman (LeSOS). Selanjutnya, pihak Pemkab Sergai menerbitkan Perbup Nomor 26 Tahun 2016 tentang Gerakan Sawah Mandiri (GSM). “Dengan adanya Perbup ini, saya berharap ketersediaan lahan pertanian khususnya lahan sawah di Serdangbedagai dapat dipertahankan dan laju alih fungsi pertanian dapat diimbangi dengan tercetaknya lahan sawah baru, sehingga dapat terus meningkatkan produksi pangan terutama beras,” sebutnya.***

Teks Foto: Bupati Sergai, Ir H Soekirman saat menjadi narasumber dalam kegiatan Lokakarya dan Rapat Pimpinan Perhiptani di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (2/10/2018) petang. Foto Ali Amran