Senin, 16 September 2019

Nurhajizah Dukung Denmark Bangun Pembangkit Listrik


# jack, medan

Wakil Gubernur Sumatera Utara DR Hj Nurhajizah Marpaung sangat tertarik dengan teknologi terbaru pembangkit listrik ramah lingkungan yang ditawarkan Denmark. Teknologi baru energi alternatif yang mengkombinasikan energi matahari, angin, panas dan air dalam satu unit menurut Nurhajizah sangat dibutuhkan di kawasan terpencil.

Hal itu disampaikan Nurhajizah saat menerima calon investor yang berminat membangun pembangkit listrik alternatif tersebut di Sumatera Utara, Selasa (11/07) di ruang kerjanya. Hadir pengembang teknologi asal Denmark Mr Henrik Pryter, DR konsultan yang juga penajar Universitas Utara Malaysia Zulkefli Mahpol, investor lokal Prof Johar Arifin dan Wahidin Sitompul.   

“Teknologi pembangkit listrik alternatif seperti ini sangat butuhkan masyarakat, terutama yang berada di pulau kawasan terpencil atau pulau terluar,” kata Nurhajizaah setelah mendengarkan paparan. Terlebih lagi, teknologi pembangkit listrik yang ditawarkan ramah lingkungan dan lebih murah pula.

Dia juga mengungkapkan harapannya agar ke depannya pembangunan bisa dilaksanakan di kawasan terpencil yang masih mengalami krisis energi listrik seperti di pedesaan terpencil maupun di Kepulauan Nias.

Dalam kesempatan itu, Wahidin Sitompul menjelaskan bahwa pihaknya bersama penemu Denmark Hendrik Pryter berencana membangun pembangkit listrik teknologi alternatif yang ramah lingkungan dan lebih murah dan berkelanjutan. Untuk tahap awal kami akan  berencana membangunnya di Stabat, Langkat dan Kawasan Industri Medan dengan kapasitas masing-masing 10MW.

Dijelaskannya, pembangunan pembangkit membutuhkan lahan yang luas.Dikatakannya, teknologi tersebut lebih baik dari solar cell dimana setiap 0,8 ha lahan dapat menghasilkan 10 MW listrik. “Ini cocok untuk menggantikan solar cell yang mahal dan tidak bertahan lama,” katanya. ***