Minggu, 16 December 2018

Medan Inflasi lagi


#fey, medan
Kota Medan inflasi lagi pada September 2018. Kenaikan harga cabai merah menjadi penyubang utama inflasi sebesar 0,09%.

“Kenaikan harga cabai mencapai 15,09 persen merupakan kenaikan harga komoditas tertinggi. Diikuti kenaikan harga kentang sebesar 12,10 persen, kenaikan harga mie sebesar 3,83 persen, harga nasi dengan lauk naik 2,04 persen, harga kue basah naik 10,69 persen, harga kue kering berminyak naik 4,21 persen dan harga cabai rawit naik 7,34 persen,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut), Syech Suhaimi, dalam paparan Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Sumut kawasan Jalan Asrama Medan, Senin (1/10/2018)

Ia mengemukakan, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain daging ayam ras, bawang merah, kembung/gembung dan telur ayam ras. “Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada September 2018 secara umum menunjukkan adanya peningkatan,” ujarnya.

Suhaimi memperkirakan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks lima kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,78%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08%, kelompok kesehatan sebesar 0,04%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04%, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02%. Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,23% dan kelompok sandang sebesar 0,09%. ***

Teks Foto: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi dalam paparannya di kantor kawasan Jalan Asrama Medan, Senin (1/10/2018). Foto Amelia