Jumat, 20 October 2017

Mahasiswa Faperta USI Kunjungi BIH Gedung Johor


#ferry, medan
Benih Induk Hortikultura (BIH) Gedung Johor Medan seakan telah menjadi magnet di kalangan dunia pendidikan. Kali ini, sebanyak 30 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Universitas Simalungun (USI) melakukan fieldtrip (kunjungan lapangan red) ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara (TPH Provsu) di kawasan Jalan Karya Jaya Medan.

Dosen pembimbing, Dr Arpita Sialoho, mengaku sengaja memilih BIH Gedung Johor karena memiliki Laboratorium Kultur Jaringan. Hal itu sesuai dengan mata kuliah yang diajarkannya di kampus yakni Bioteknologi. “Para mahasiswa bisa melihat dan praktik secara langsung teknologi perbanyakan tanaman melalui teknik kultur jaringan, okulasi, pucuk sambung dan lainnya,” ungkapnya kepada wartawan di sela kunjungan tersebut, Kamis (12/10/2017).
.
Arpita berharap, kunjungan ini bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk menambah wawasan keilmuannya seputar kultur jaringan. Sebelum ke BIH Gedung Johor Medan, pihaknya telah melakukan fieldtrip ke Kebun pembbibitan kelapa sawit di Marihat, Simalungun dan UPTD BIH Kutagadung, Berastagi. “Para mahasiswa harus dikenalkan dengan dunia pertanian di luar kampus agar tidak canggung bila telah menamatkan pendidikannya,” tutur Arpita.

Ia juga memuji koleksi pohon induk BIH Gedung Johor yang tergolong lengkap. “Layak kalau BIH Gedung Johor ini dijadikan sebagai sarana belajar dan berlatih karena koleksi pohon induknya tergolong lengkap dan memiliki laboratorium kultur jaringan,” tegasnya.

Salah seorang mahasiswa, Edwin Silalahi, menyambut positif kegiatan fieldtrip itu. “Kita bisa belajar banyak secara langsung, bukan sekadar teori yang selama ini diterima di kelas,” ujar mahasiswa semester V ini.

Berdasarkan pengamatan, Kepala Seksi Pelayanan Teknis UPTD BIH Gedung Johor, Ir Nuriman Tambunan menjelaskan secara terinci seputar proses pertanaman serta perbanyakan tanaman melalui teknik okulasi, pucuk sambung dan kultur jaringan kepada para mahasiswa yang mendengarkan secara serius. Sebelumnya, Kepala BIH Gedung Johor, Ir Bahruddin Siregar MM mempersilakan pihak mana pun untuk belajar dan berlatih di tiga kebun yang dimiliki BIH Gedung Johor.

“Kita selalu terbuka dan siap melakukan kerjasama dengan akademisi dan lembaga terkait lainnya seputar tanaman hortikultura. Kita punya laboratorium kultur jaringan yang bisa dikerjasamakan, termasuk kebun induk kita ini," sebut Bahruddin saat menerima kehadiran para mahasiswa.

Di BIH Gedung Johor, pihaknya mengembangkan tanaman hortikultura varietas unggul nasional yang sudah dilepas Kementerian Pertanian, seperti duku Tembung, cempedak sumana, rambutan brahrang, durian, sawo Asahan, alpukat, belimbing sembiring, jambu biji dan lainnya. “Kita melakukan perbanyakan bibit untuk dibagikan ke petani penangkar hortikultura dan sebagian kita jual. Seperti sekarang ini, kita juga sedang melakukan perbanyakan bibit tanaman bawang merah dengan sumber benih pokok. Hasilnya nanti sebagian kita pasarkan dan sebagian untuk stok benih BIH Gedung Johor," paparnya.

Khusus kultur jaringan, pihaknya baru melakukan perbanyakan bibit pisang barangan, pisang kepok, nenas, kentang, anggrek, dan lain-lain. “Saat ini, kita sedang mencoba perbanyakan bibit tanaman kurma melalui kultur jaringan,” tandasnya.***

Teks foto:
Kepala UPTD BIH Gedung Johor, Ir Bahruddin Siregar MM (kemeja putih) memberikan penjelasan seputar tanaman durian di Kebun Induk kepada para mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Universitas Simalungun. Foto Fey