Rabu, 23 October 2019

KMKT Kuala Tanjung Telah Dimanfaatkan 4 Shipping Line


#jack, kuala tanjung

Sejak aktif beroperasi pada April 2019, tercatat ada 4 shipping line yang sudah menggunakan jasa dari Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT). Dimana keempat shipping line tersebut ialah SPIL, TEMAS, MERATUS, dan Samudra Indonesia (SAMINDO). Yang keempatnya merupakan kapal yang mengangkut peti kemas. Sebagaimana hal itu diungkapkan Marketing Manager PT Prima Multi Terminal (PMT), Harman Simbolon, Rabu (25/9/2019).

“Untuk bulan Mei kita ada 8 call kapal, Juni ada 7 call kapal, Juli ada 11 call kapal, Agustus ada 19 call kapal, dan September ini, sampai dengan tanggal 22 kemarin, ada 12 call kapal. Sementara di awal operasional kita, di bulan April itu ada SPIL dengan 1 call kapal. Jadi ini bisa dibilang meningkat terus,” jelasnya seraya mengatakan bahwa tren-nya peti kemas yang terus naik. Dimana untuk TEUs-nya di bulan Mei - 1.307, Juni - 1.490, Juli - 2.920, dan Agustus - 3.841.

Kemudian untuk kapal pengangkut curah cair, Harman menjelaskan, hingga saat ini sudah 4 kapal yang masuk. Termasuk yang saat ini masuk, katanya, MT Navig8 Gauntlet ini, yang merupakan kapal keempat yang masuk di bulan September.

“Shippment pertama tanggal 2 agustus itu ada MT Ocean Integrity dengan muatan 2000 Qty (MT), kedua pada tanggal 16 September ada MT Chembulk Tortola dengan muatan 8000 Qty (MT), ketiga di tanggal 22 September ada MT Sea Dolphin dengan muatan 4000 Qty (MT), dan terakhir pada tanggal 24 September ini, ada kapal MT Navig8 Gauntlet dengan muatan 5000 Qty (MT). Jadi untuk curah cair juga trend-nya terus bertumbuh,” jelas Harman.

Selain peti kemas dan curah cair, Harman juga mengatakan bahwa KTMT juga sudah melayani general gargo. Dijelaskannya, untuk general cargo yang sudah mereka layani ada kapal TB Citra yang membawa bantalan rel, dan kapal TB Bina Ocean 3 yang membawa tiang pancang.

“Artinya untuk peti kemas domestik, baik itu curah cair, ataupun general cargo dan juga pelayaran internasional sudah bisa terlayani semuanya disini. Jadi bisa dibilang kita sudah beroperasi full lah,” jelas Harman.

Lalu ditanya padanya soal target capaian yang ditetapkan PT PMT dengan beroperasinya KTMT, Harman hanya mengatakan bahwa pihaknya harus terus membuat peningkatan. Hal tersebut dikarenakan keberadaan KTMT yang masih terbilang baru.

“Selain itu juga, saat ini pelayaran kita baru ada dosmetik saja, internasionalnya kan belum. Dan pelabuhan kita ini kan sejak resmi beroperasi lebih di khususkan peruntukkannya untuk kapal industrial meskipun pada dasarnya untuk kapal penumpang (pesiar) juga bisa kita tampung disini,” ucapnya.

Karenanya, kedepan PT PMT berencana untuk lebih memaksimalkan shipmentnya. Terlebih lagi dengan keberadaan PTPN dan juga Industi Nabati Lestari (INL) yang ada di Sei Mangke agar bisa menggunakan jasa dari KTMT untuk pengiriman barangnya yang berbentuk curah cair.

Selain itu juga, sambung Harman, PT PMT juga sudah menyurati pihak Wika dan Balai perkeretaapian agar bisa menggunakan HUB di Kuala Tanjung tersebut. Hal tersebut mereka lakukan terkait dengan proyek pembangunan Tol serta proyek pembangunan jalur rel keretapi yang ada di Kabupaten Batubara.

“Sehingga demikian, aksesnya jadi lebih dekat dan cost-nya juga  lebih murah. Kalau ada yang lebih dekat, kenapa harus ngambil yang lebih jauh? Tapi kalau mereka mengambil yang lebih jauh, maka ada apa itu? jadi kita fair-fair sajalah, karena kita sudah follow up dan kita kasih surat,” paparnya.

Selaku pengelola dan juga anak perusahan dari PT Pelindo I, kata Harman, PT PMT berharap agar kiranya semua BUMN yang ada dapat saling bersinergi dengan mulai beroperasinya KTMT. Karena menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk kemajuan bersama.

“Gimana kita bisa maju, kalau tidak saling bersinergi. Untuk BUMN ini juga sebenarnya kenapa kita surati, karena secara existing mereka belum mengetahui keberadaan kita disini. Makanya kita menerapkan sistem jemput bola. Saya sangat setuju sekali jika ada saling sinergitas dari sesama BUMN ini,” harapnya. (*)