Rabu, 23 October 2019

IMT-GT Buka Peluang Kerja Sama,

Gubernur Minta OPD dan Pemkab/Pemko Tindak Lanjuti


#jack, medan

Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) atau Segitiga Pertumbuhan Indonesia–Malaysia–Thailand akan membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan semua pihak. Karena itu, diminta kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) dan kabupaten/kota untuk menindaklanjutinya.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Sosialisasi Peningkatan Peran Provinsi Sumatera Utara Dalam Pelaksanaan Kerja Sama IMT-GT, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pengaran Diponegoro, Nomor 30, Medan, Jumat (4/10/2019).

Hadir di antaranya Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation-Growth Triangle (CIMT-GT) Firdaus Dahlan, Sekdaprov Sumut Sabrina, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Sjahrian Harahap, sejumlah pimpinan OPD Pemprov, perwakilan Pemkab/Pemko serta akademisi.

“Dengan adanya kerja sama seperti ini, akan banyak yang bisa kita bangun. Jadi kalau ada di Malaysia atau di Thailand, kenapa kita harus pergi ke yang lain. Begitu juga dengan kita di sini, kalau ada di Sumut, untuk apa diambil dari luar,” ujar Gubernur.

Untuk itu, lanjut Gubernur, adanya IMT-GT ini menjadi potensi menyejahterakan masyarakat melalui pembangunan bersama antara masing-masing negara. Sehingga perlu adanya tindak lanjut nyata. “Seperti di Karo, penghasil sayuran. Ada di sana sayur kol, yang diminati orang Malaysia. Jadi sudah dikontrak dia. Tetapi syaratnya harus organik, tak boleh pakai pupuk dan pestisida kimia,” sebut Edy Rahmayadi.

Selain itu, Sumut punya potensi pariwisata luar biasa seperti Danau Toba.  Destinasi wisata kelas dunia ini dapat dijadikan tujuan wisata bagi para pelancong dari Malaysia dan Thailand. Karena itu, perlu disiapkan konsep yang membuat nyaman bagi wisatawan tersebut.

Dengan begitu, kata Edy, kerja sama yang sudah berjalan selama dapat dimaksimalkan lagi ke depan. Khususnya kepada Kadin Sumut, yang merupakan sektor terdepan dalam rangka membangun jaringan, yang dapat saling menguntungkan dengan segala potensi yang dimiliki.

Sementara, dalam paparan singkatnya, Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation-Growth Triangle (CIMT-GT) Firdaus Dahlan menyebutkan, sejak berdiri pada 1993 silam, kerja sama ketiganya telah dibangun. Hanya saja belum begitu diperhatikan dengan baik.

Padahal katanya, jika dilihat peta IMT-GT di Indonesia, ada 2-10 provinsi di dalamnya, Malaysia ada 4-8 negara bagian dan Thailand ada 5-14 provinsi. Ditambah lagi jumlah populasi penduduk jika di total ketiga negara yang daerahnya termasuk dalam IMT-G, mencapai 8,3 juta jiwa, dengan peningkatan Produk Domestik Bruto US$ 1,258 Miliar.

 

“Dalam beberapa tahun terakhir, Sumut memang belum aktif. Apalagi kerja sama ini beda, karena sejak 1993 didirikan, pengusaha lah yang punya peran. Pemerintah adalah sebagai fasilitator. Makanya peran Kadin di sini penting,” kata Firdaus. ***

FOTO: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi didampingi Sekdaprov Sumut menghairi Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  dalam kerja sama IMT-GT, di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (4/10/2019). ***