Sabtu, 16 February 2019

Hadang Okupasi Lahan PT LNK 10 Diamankan Polres Binjai


# lia, binjai

Tim gabungan Polres Binjai terlibat bentrok dengan masyarakat yang menolak okupasi lahan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) di Desa Nambiki, Kecamatan Selesai, Langkat, Senin (21/1) pagi.

Bentrok pecah, saat masyarakat mencoba menghadang alat berat excavator yang ingin melakukan okupasi di atas 173 hektar lahan yang sudah puluhan tahun dikuasai masyarakat.

Sebelum bentrok, Kabag Ops Polres Binjai, Kompol Zulkarnain meminta masyarakat untuk tidak menghalangi pengerjaan okupasi, namun masyarakat tetap bersikukuh melawan dan menghalangi. Akibatnya bentrok tak dapat terhindarkan. “Ada 10 orang yang diamankan polisi dan saat ini sudah dibawa ke Mapolres Binjai untuk diinterogasi,” kata Ps Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting di lokasi kejadian.

Polisi, kata Siswanto, menurunkan 323 personel gabungan sesuai surat permintaan bantuan yang dilayangkan managemen PT LNK ke Polda Sumut dan Polres Binjai.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT LNK, Sastra SH menerangkan, sebelum okupasi lahan, managemen PT LNK sudah bertemu dengan masyarakat yang mengusahai lahan HGU PT LNK.

“Kita sudah sosialisasikan kepada seluruh masyarakat yang mengusahai lahan HGU PT LNK. Di sana, kita juga berikan tali asih kepada mereka,” jelas Sastra.

Dikatakan Sastra, tali asih yang diberikan perusahaan patungan PTPN II dan Kuala Lumpur Kepong Plantation Holdings Bhd (KLKPH) tersebut, beragam, tergantung bangunan milik masyarakat yang sudah berdiri.Sedangkan pembersihan lahan ini sudah lama dan berlarut-larut akibat penolakan dari masyarakat. Namun, hal itu diyakini dapat menimbulkan pertikaian di masyarakat, apabila dibiarkan berlarut-larut. “Masyarakat sekitar 20 tahun sudah mengusahai lahan PT LNK. Tapi semua sudah setuju untuk dilakukan pembersihan,” ujarnya.

Sejauh ini, ssmbung Sastra, alat berat excavator masih terus bekerja membuat tapal batas HGU dengan perkampungan masyarakat dikawal ketat pihak kepolisian dibantu aparat keamanan PT LNK. ***

Foto : Puluhan Warga Menghadang Alat Berat Excavator Hendak Mengokupasi Tanaman Petani.