Rabu, 23 October 2019

Garam Lokal 10 Ribu Ton Mulai Dibongkar di Belawan


#hendrik-rompas

Pada akhir akhir ini masyarakat Propinsi Sumatera Utara mengeluh karena garam untuk kebutuhan sehari hari itu langka dipasaran, jika adapun garam tersebut harga mahal.

Yang merasakan harga garam itu mahal bukan hanya kaum  ibu rumah tangga saja tapi bagi pembuat ikan asin dan para nelayan habis habisan mengeluh akibat harga Garam mahal dari harga sebelumnya Rp 150 ribu pergoninya kini mencapai Rp 250 ribu rupiah.

Akibatnya para nelayan menjadi bingung teruma para pembuat ikan asin yang berada di Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan. Sebelumnya mereka mendapatkan garam dari Tengkulak/'Bos Garam mengantar haram garam tersebut celebration perbuatan ikan asin,kini harga Garam mahal tak ada garam yang di kirim kekami kata Sutikno (56) dan istrinya Sulastri.

Terhitung bulan Agustus ini garam local dari Jawa Timur dan dari Banten masuk ke Pelabuhan Belawan sudah sebanyak 10550 ton  tapi harganya masih mahal dipadaran.Kemana  garam garam  tersebut ditimbun oleh cukong cukongnya,warga berharap kepada Pemerintah untuk melakukan tindakan harga warga tidak resah dengan harga garam yang mahal dan jika bisa turunkanlah harga Garam tersebut seperti harga yang semula.

Pada Kamis (24/08/ 2017) kapal pengangkut garam sebanyak 4500 ton dari Banten membongkar muatannya di dermaga 103 Pelabuhan Ujung Baru Belawan menggunakan kapal MV.Berlian Indah. Garam tersebut dibongkar langsung dari kapal dan dimuat kedalam dum truk kemudian dibawa kepergudangannya di KIM Mabar.

Foto kapal pengangkut haram.