Sabtu, 22 September 2018

DPD RI dan Direktur

Tirtanadi Sahuti Keluhan Pelanggan Medan Denai


#jack, medan

Anggota DPD RI Parlindungan Purba berkunjung ke kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai, Sabtu (08/09/2018).

Kunjungan itu menyusul adanya laporan pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan karena selama tiga bulan tidak mendapatkan pasokan air.

Kedatangan Parlindungan Purba disambut Direktur Air Minum PDAM Tirtanadi, Delviyandri didampingi Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Medan Denai Ahmad Askari dan Kepala Sekretaris PDAM Tirtanadi, Jumirin. 

Dalam kunjungan tersebut, Parlindungan Purba menerima keluhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sebab air mengalir hanya ada pada jam-jam tertentu dan itu pun debit airnya kecil.

Armayani,  warga Jalan Enggang 22 No 50 B misalnya. Dia mengaku harus menampung air di kran dekat meteran depan rumahnya dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

"Itu pun airnya kecil. Air mulai lancar bisa masuk ke dalam bak kamar mandi dari pukul 00.00 hingga pukul 04.30 WIB," keluhnya. 

Armani juga mengeluhkan masalah tagihan rekening air yang terlalu mahal mencapai Rp100 hingga Rp 200 ribu perbulan namun tak sebanding dengan pelayanan yang didapat.

 

Hal senada disampaikan Ilham, warga setempat. Dia juga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kalau mau lancar harus pakai pompa air. Kalau gak, ya seperti ini. Kami harus menampung air di kran yang dibuat di dekat meteran air," ujarnya.

Sementara Parlindungan Purba mengatakan keluhan pelanggan harus menjadi masukan bagi PDAM Tirtanadi untuk melakukan pembenahan.

"Itulah tujuan kita ke mari untuk mengecek. Ternyata tidak benar kalau distribusi air terhenti. Sebab pada jam-jam tertentu ternyata air mengalir," kata Parlindungan sembari memberikan apresiasi kepada PDAM Tirtanadi yang akan membangun instalasi air di areal kantor Cabang PDAM Tirtanadi.

"Mudah-mudahan bila proyek selesai pada Agustus 2019, tanpa menggunakan pompa air para pelanggan bisa mendapatkan air selama 24 jam," sambungnya.

Parlindungan juga mengingatkan PDAM Tirtanadi agar lebih teliti dalam hal pelayanan administrasi terhadap pelanggan. Termasuk keluhan pelanggan atas double tagihan rekening air. "Ini harus lebih disikapi Tirtanadi agar tidak mengecewakan pelanggan," katanya.

Sebelumnya, Delviyandri menyatakan terimakasih atas kunjungan Parlindungan Purba.

Untuk memberikan pelayanan kepada pelanggan, kata dia, saat ini PDAM Tirtanadi tengah merencanakan pembangunan instalasi pengelolaan air di samping kantor PDAM Tirtanadi Cabang Medan Denai dengan memanfaatkan aliran Sungai Denai. 

"Tahapannya masih dalam proses lelang. Tirtanadi telah berkordinasi dengan BPKP untuk melakukan evaluasi agar tidak ada masalah di kemudian hari dalam pelaksanaan proyek tersebut," katanya.

Delviyandri menambahkan PDAM Tirtanadi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyampaikan kepada Kementerian PU agar mempercepat pembangunan SPAM Regional di Binjai dan Bendungan Lau Simeme. "Bila ini selesai bisa menghasilkan 3000 liter air perdetik," katanya.

Kata Delviyandri, PDAM Tirtanadi saat ini memiliki Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sunggal, IPA Limau manis, IPA Sibolangit, IPA Hamparan perak, IPA Martubung, IPA Delitua dan Tirta Liones di kawasan Tanjung Morawa.

"Untuk pembangunan IPA di Medan Denai nantinya akan menghasilkan debit air 240 liter perdetik," katanya.

Dengan begitu, sebut dia, permasalahan air bersih untuk pelanggan di Kecamatan Medan Denai bisa diatasi. "Tadi saya sudah cek sama kepala cabang bahwa jumlah pelanggan Tirtanadi di Medan Denai ada 45.600 pelanggan. Jika IPA di Medan Denai selesai, maka persoalan air bisa diatasi," katanya. ***