Rabu, 18 October 2017

Dislanta Kota Medan Cek Kesehatan Hewan Kurban

Ikhsar RMarbun: Medan Belum Terdapat Penyakit Antraks


# adiwasgo, medan

Mengantisipasi penyakit antraks pada hewan lembu yang akan dikurbankan saat Hari Raya Idul Adha 1438 H pada 1 September 2017 mendatang, Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pertanian dan Kelautan (Dislanta) Kota Medan melakukan cek kesehatan pada hewan kurban tersebut, Sabtu (13/8) di Jalan Avros Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimon dan Jalan Pangkalan mansyur Kecamatan Medan Johor.

Tim kesehatan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan yang dipimpin langsung Ir Ikhsar Risyad Marbun MSi selaku Kepala Dinas instansi tersebut melakukan penelitian terhadap 175 lembu milik Samsul Effendi Rangkuti yang mengaku sudah 13 tahun melakoni usaha ternak lembu. Dari hasil penelitian ternyata lembu peliharaan Samsul Effendi Rangkuti terbebas dari penyakit antraks yang menangkutkan itu. Hal yang sama juga tidak terjadi pada lembu-lembu milik Ramli Jalan Pangkalan mansyur Kecamatan Medan Johor.

"Kita melakukan cek kesehatan terhadap hewan lembu yang akan dikurbankan untuk memastikan bahwa hewan itu terbebas dari penyakit antraks yang menakutkan tersebut," kata Kadislanta Kota Medan Ir Ikhsar Risyad Marbun MSi ketika ditemui usai pengecekan kesehatan terhadap lembu milik Samsul Effendi Rangkuti.

Dijelaskannya, penyakit antraks tidak dapat menular antarmanusia. "Melainkan dari ternak ke manusia (zoonosis) melalui bakteri Bacillus anthracis. Penularan penyakit antraks harus didahului dengan keberadaan ternak yang terinfeksi bakteri Bacillus anthracis. Penularan antraks dari ternak ke manusia dapat melalui tiga cara, yakni melalui kulit, oral (pencernaan), dan pernapasan. 
"Penularan melalui kulit bisa terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan spora bakteri antraks yang melekat pada kulit, daging, tulang, atau darah hewan ternak yang sakit," ujarnya.
Ditambahkan, penularan melalui pencernaan, bisa terjadi ketika seseorang mengkonsumsi daging hewan yang positif antraks. "Namun masyarakat tidak perlu khawatir. Untuk sementara, diusahakan membeli daging yang segar. Kalau bisa, dimasak sendiri," katanya.

Lebih jauh dijelaskan, ada 11 ciri-ciri penyakit antraks yaitu: 1. Mual mual dan perut melilit, 2. Kepala pusing yang timbul tenggelam, 3. Muntah muntah dan terkadang muncul bercampur darah, 4. Kehilangan nafsu makan, 5. Mengalami demam ringan sampai berat, 6. Feses (kotoran) berwarna kehitaman, 7. Permukaan kulit kering, muncul borok seperti eksim, 8. Muncul pembengkakan pada area getah bening, 9. Otot terasa sakit dan mengencang, 10. Muncul benjolan merah kecoklatan yang membesar pada permukaan kulit dan 11. Kulit mengalami lepuhan dan meneras seperti kapalan tetapi mudah pecah dan mengeluarkan cairan ketika tersentuh dengan intensitas gerakan yang kuat. "Untuk detik ini di Kota Medan belum terdapat penyakit antraks pada hewan lembu," katanya. ***

FOTO: Kadislanta Kota Medan Ir Ikhsar Risyad Marbun MSi ( nomor 4 paling kiri) usai melakukan pengecekan terhadap hewan kurban di Jalan Avros Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Medan Maimon diabadikan bersama pengusaha ternak lembu Samsul Effendi Rangkuti (nomor 2 paling kiri) dan tim kesehatan Dislanta Kota Medan. ***