Minggu, 18 August 2019

Diskanla Anggarkan Rp 2 M untuk Asuransi Nelayan


#jack, medan

Sejak program asuransi nelayan dijalankan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Provsu pada tahun 2017 lalu, tercatat sudah ada hampir 70.000 orang nelayan yang terdaftar sebagai peserta asuransi dari 170.000 ribu nelayan yang terdata di Sumut.

“Sampai saat ini, untuk nelayan yang sudah terdaftar asuransi sudah hampir 70.000 nelayan. Kalau untuk nelayan kita di Sumut ini, yang terdata sama kita (Dislakan Provsu) itu ada 170.000 nelayan,” sebut Kadiskanla Provsu, Mulyadi Simatupang, Senin (5/8/2019).

Mulyadi yang menjabat sebagai Kadislakan Provsu sejak pertengahan Juli 2018 inipun mengatakan bahwa anggaran untuk program asuransi nelayan tersebut menggunakan dana dari APBN dan APBD Sumut. Selain itu, katanya, guna mendukung program tersebut, setiap Kabupaten/Kota juga kita dihimbau agar melakukan penganggaran untuk program asuransi untuk nelayan ini.

“Anggaran APBD Sumut tahun 2019 untuk program asuransi nelayan ini kita anggarkan sebesar Rp.2M untuk 10.000 orang nelayan. Tiap tahunnya sejak program ini berjalan juga, memang kita anggarkan untuk 10.000 nelayan. Dan untuk mendukung program ini, pihak Kabupaten/Kota juga kita minta untuk melakukan penganggaran  yang sama. Karena ini sudah menjadi program prioritas kita,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, di tahun 2019 ini sudah ada sekitar 25-30 orang nelayan yang mengklaim asuransi tersebut. Dimana untuk pengklaiman asuransi tersebut dalam setahunnya bisa sekitar 40-50 orang nelayan.

“Setiap tahunnya pasti ada nelayan yang mengklaim asuransi mereka. Dan mereka (nelayan) ini juga diuntungkan dengan ikut asuransi ini. Sebab, iuran yang dibayarkan untuk pertahunnya sebesar Rp.175.000 itu dibayarkan/ditanggung oleh negara sepenuhnya. Sedangkan klaim yang bisa mereka terima bisa mencapai Rp.200.000.000 apabila ada yang meninggal,” ungkap Mulyadi.

Ditanya soal pihak asuransi yang memenangi tender di tahun 2019 ini, Mulyadi pun mengatakan bahwa tendernya baru akan dimulai dalam waktu dekat. “Mungkin sekitar seminggu-seminggu lagi baru dimainkanlah itu tendernya. Jadi untuk tahun ini kita belum tahu lagi siapa yang akan memenangkan tendernya,” ucap Mulyadi seraya mengatakan pihak asuransi yang pernah memenangkan tender di tahun sebelumnya yakni Jasindo, Bumiputera,dan Ramayana. (*)