Selasa, 21 May 2019

Diduga Bumiputera Bekukan Polis Asuransi Wartawan


#lia, binjai

PT. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 di duga bekukan pembayaran klaim  pemegang polis. Hingga kini, para nasabah bertanya-tanya, kapan dana klaim tersebut bisa cair.

Hal tersebut di sampaikan salah seorang pemegang polis Erwin Syah Putra Nasution kepada wartawan Senin (11/3/2019).

Erwin mengaku sudah menjadi pemegang polis asuransi Bumiputera sejak tahun 2015 lalu dengan nomor polisi 215100787988. Namun sekitar bulan Juli 2018 dirinya memberhentikan kontrak atau klaim penebusan, dimana klaim ini merupakan pemutusan asuransi secara sepihak karena mosi tak percaya.

Erwin menjelaskan, pemutusan asuransi dinilai secara sepihak tersebut, bukan tanpa alasan. ”Dirinya mendapatkan informasi dari beberapa warga yang merupakan pemegang polis di Bumi Putera yang mengaku kesulitan mencairkan klaim asuransi mereka meski telah habis masa kontrak pada polis asuransi tersebut” ujarnya.  

Dikatakan Erwin, dengan rasa takut dan cemas akan mengalami nasib serupa karena polis saya merupakan polis dana kelangsungan belajar untuk anak saya, sedangkan masa kontrak yang masih panjang hingga tahun 2032 dengan pembayaran premi Rp 879.060,00 ribu rupiah per tiga bulan. Dari informasi warga tersebut, kemudian saya mendatangi kantor Bumiputera yang berada di Jalan Sukarno Hatta, Kecamatan Binjai timur, Kota Binjai dan membuat keputusan untuk memutuskan kontrak di asuransi Bumiputera”. tutur Erwin.

Taufik Manurung menjelaskan jika klaim atas nama Erwin Syahputra yang di9 ajukan tidak bisa dibayarkan tanpa batas waktu yang belum di tentukan sesuai dengan salinan himbauan dari pihak OJK yang di berikan kepada pihak asuransi Bumiputera sebagai informasi atau himbauan kepada masyarakat pemegang polis untuk di baca dan di pahami.

Dalam salinan surat OJK tersebut, pihak asuransi Bumiputera hanya dapat membayarkan polis kepada pemegang polis asuransi pendidikan, kematian. "Saat ini belum dapat membayar polis asuransi yang telah habis masa kontrak maupun memutuskan kontrak”, tutur Taufik Manurung.

Ditanya kapan pihaknya dapat membayarkan uang yang menjadi hak dari pemegang polis.          

Taufik Manurung menyarankan pihak pemegang polis bersabar Karena pihaknya sendiri belum bisa memastikan kapan pemegang polis bisa segera mendapatkan dana klaimnya yang sudah jatuh tempo atau habis kontrak. Namun pihaknya mengatakan akan secepatnya membayar hak pemegang polis.

Sementara pihak asuransi Bumiputera menjelaskan bentuk usaha Bumiputera adalah mutual atau usaha bersama, artinya seluruh modal yang ada di asuransi Bumiputera merupakan bersumber dari pemegang polis”.

Erwin Syahputra berharap, agar pihak perusahaan dan pihak terkait mampu mengatasi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat agar semua pihak khususnya masyarakat pemegang Polis Asuransi Bumiputera yang ada di kota Binjai., Kabupaten Langkat dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya tidak di rugikan, karena banyak sudah warga yang merasa di rugikan dan menjadi korban oleh manajemen asuransi Bumiputera pada saat ini. ***

Foto : Pemegang Polis Erwin Syahputra. ***