Jumat, 3 July 2020

Bupati Sergai Tinjau Pasar dan Sekolah Terdampak Sampah


#jack, teluk-mengkudu

Bupati Serdang Bedagai meninjau Pasar Pekan Sialang Buah dan di depan SD Negeri 102013 yang terdampak sampah, Senin 22 Juni 2020.

Kunjungan Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi Ketua DPRD dr Riski Ramadhan Hasibuan SH SE, Kadis Pendidikan Drs. Joni Walker Manik MM, Kadis Lingkungan Hidup Panisean Tambunan,    Kadis PUPR Johan Sinaga, Kadis Perindag H. Karno, SH, MAP, Kadis Kelautan dan Perikanan Sri Wahyuni Pancasilawati SP, Kaban Kesbangpol Drs. Purba Siregar, Camat Teluk Mengkudu Romian Parulian Siagian, S.STP, M.Si, pedagang pasar, kepala sekolah, guru, serta masyarakat sekitar.

Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan saat ini kita sudah masuk dalam “New Normal“ atau adaptasi kebiasaan baru. Oleh karenanya, kami harus mensosialisasikan terkait Peraturan Gubernur (Pergub) tentang new normal yang sudah diterbitkan.

Kaitan dengan normal itu ada tiga yang perlu disampaikan yang pertama adalah aspek kesehatan, karena dengan wacana new normal ini dibaca masyarakat seolah-olah sudah normal.

Namun normal itu belumlah kehidupan normal seperti dahulu, saat ini new normal diterapkan bahwa kegiatan ekonomi terus bergerak namun rata-rata kesehatan harus terus diperketat. Kita tidak ingin jumlah masyarakat yang positif Covid-19 terus bertambah.

Kedua, menurut Soekirman, adalah aspek ekonomi, bahwa masyarakat dapat menjalankan kegiatan perekonomian namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti anjuran Pemerintah.

Selanjutnya yang ketiga adalah aspek Sosial Budaya. Pada aspek ini yang ditekankan adalah poin merevitalisasi gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini yang tidak saya lihat pada peninjauan di Pasar Pekan Sialang Buah ini.

“Tidak terdapat wujud gotong royong disini, makanya sampah yang berasal dari dagangannyapun tidak mau disapu dan tetap mengandalkan petugas kebersihan yang kekurangan personil.”

Untuk menyikapi permasalahan sampah, kata Soekirman, diminta kepada Dinas terkait untuk menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya sesegera mungkin.

“Saya tidak ingin seolah negara tidak hadir disini, laksanakan perintah ini dengan penuh tanggung jawab, kepada para pedagang silahkan laporkan langsung kepada saya jika hal ini tidak dilaksanakan untuk segera diberikan sanksi yang tegas.”

Namun pada kesempatan ini saya juga meminta kepada para pedagang pasar serta masyarakat agar juga membantu dengan menunjukkan semangat gotong royong menyelesaikan permasalahan ini dengan menyiapkan tempat sampah agar kemudian memudahkan tugas tenaga kebersihan. Dengan saling mendukung dan bersinergi, maka permasalahan apapun akan dapat kita selesaikan bersama.

Sedangkan Ketua DPRD dr Riski Ramadhan Hasibuan SH SE mengatakan kehadiran dari lembaga DPRD bersama Bupati dan jajaran untuk turun dan melihat langsung lokasi yang menjadi pemberitaan di media daring terkait adanya penumpukan sampah yang berdampak pada masyarakat sekitar.

Termasuk proses belajar mengajar di sekolah yang berada didekat lokasi. Peristiwa ini hampir sama dengan kondisi yang saya dapati saat meninjau pasar di Tanjung Beringin. Menurut instansi terkait hal tersebut disebabkan karena kurangnya personil dan tenaga kebersihan.

Menurutnya, ini tentu menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terbesar bagi kita dan tidak saling menyalahkan serta mencari solusi agar hal ini dapat diselesaikan terutama masalah sampah. Saya berharap instansi terkait seperti Dinas Perindag dan Dinas Lingkungan Hidup agar segera melaksanakan perintah dari Bupati dan cepat menyelesaikan permasalahan ini, serta juga perlu diingatkan kepada masyarakat tentang kesadaran bersama untuk bergotong royong menjaga kebersihan.

Sementara Kadis Pendidikan Drs Joni Walker Manik MM mengucapkan  terima kasih dan apresiasi kepada Bupati serta Ketua DPRD yang meninjau langsung kondisi sekolah ini.

Selama ini hal tersebut yang menjadi permasalahan dan dialami oleh masyarakat, guru dan murid. Perlu kami sampaikan di lokasi yang kita tinjau ini ada 3 sekolah termasuk SMK dan sekolah dasar. Dengan kondisi sekolah yang banyak siswanya, sangat disayangkan jika proses belajar dan kenyamanan siswa serta  guru terganggu akibat permasalahan sampah ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Soekirman dan Ketua DPRD berkesempatan mendengarkan aspirasi dari  Guru SD (Dosmar Pardede) dan masyarakat (Mariati) terkait permasalahan sampah dilingkungan sekolah dan rumah penduduk, kesejahteraan guru, serta infrastruktur sekolah seperti meubiler dan kondisi rumah dinas guru yang sangat memprihatikan.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Bupati segera memerintahkan Dinas Pendidikan untuk melakukan perbaikan sarana prasarana sekolah dan rumah dinas, serta Dinas Lingkungan Hidup agar bersinergi dengan Dinas Perindag, PUPR serta para pedagang pasar untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan sampah tersebut karena Pemerintah ada untuk bekerja memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya. ***