Kamis, 21 November 2019

Bulog Beli Murah Gabah

Perpadi Sumut: “Jangan Korbankan Petani Padi!...”


#ferry, medan
Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi/beras (Perpadi) Sumatera Utara (Sumut), Ir H Ardhi Kusno, mengecam strategi Operasi Serapan Gabah Petani (Sergap) yang digagas Kementerian Pertanian. Pasalnya, pihak Bulog selaku pelaksana kegiatan justru membeli Gabah Kering Panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) senilai Rp3.700 per kg. Padahal, rata-rata harga GKP di wilayah Sumut di atas Rp4.000 per kg.

“Jangan korbankan petani padi! Seharusnya, pihak Bulog membeli gabah petani saat harganya di bawah HPP,” sesalnya dalam konperensi pers di Sekretariatan Perpadi Sumut, kawasan Jalan AH Nasution Medan, Sabtu (22/10/2017).

Sebagai lembaga negara yang berperan dalam penyediaan pangan nasional dan stabilisasi harga pangan, kata Ardhi, Bulog seharusnya bisa memberikan harga menguntungkan bagi petani. Kenyataannya, dengan dalih mengamankan stok pangan nasional, institusi ini justru terkesan mengenyampingkan kesejahteraan petani padi.

“Petani akan menjual gabahnya kepada penawar lebih tinggi agar memperoleh untung,” paparnya yang saat itu didampingi Wakil Ketua Perpadi Sumut, Ir John Robert Panjaitan, Sekretaris, Ir H Eryadi Zaidun dan Bidang Humas, Ir H Lukmanul Hakim Dalimunthe MM.

Ia mengingatkan, program Sergap diluncurkan pada 12 Maret 2016 untuk memastikan petani padi tidak rugi dalam menjalankan usahataninya. Hal ini mengingat, setiap musim panen raya, harga gabah anjlok. Diharapkan, melalui program khusus Sergap, harga jual gabah di tingkat petani diharapkan sesuai HPP, yakni Rp3.700 per kilogram.

“Tapi sekarang harga jual GKP di atas Rp4.000 per kilogram, kenapa pemerintah mengimbau petani untuk menjual gabahnya sesuai HPP. Ini kan aneh,” kecam Ardhi.

Pihaknya mengklaim telah menerima banyak keluhan dari pengurus Perpadi kabupaten sentra produksi padi di provinsi ini. Sejumlah pengusaha penggilingan padi mengaku program Sergap mengurangi volume produksinya. Apalagi, ada imbauan untuk “mengikhlaskan” 10% total produksi gabahnya dibeli pihak Bulog dengan harga sesuai HPP. “Pengusaha gilingan padi tidak salah membeli gabah dengan harga di atas HPP,” tegasnya.

Sekretaris Perpadi Sumut, Eryadi Zaidun menambahkan, harga GKP di sentra produksi padi Sumut di atas Rp4.000 per kg. Di Kabupaten Langkat, misalnya, harga GKP mencapai Rp 4.200 per kg, Deliserdang Rp 5.000 per kg, Serdangbedagai Rp 4.700 per kg, Batubara Rp 4.500 dan Simalungun Rp 4.200 per kg.

“Harga gabah petani Sumut selalu di atas HPP karena hampir setiap bulan panen di berbagai kabupaten/kota. Beda kondisinya dengan di Pulau Jawa yang menanam padi secara serentak karena berbagai faktor, sehingga harga gabah anjlok karena panen raya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Eryadi Zaidun, biaya produksi, seperti pengolahan tanah dan upah kerja juga tergolong tinggi di Sumut, yakni berkisar Rp600 ribu per hektar. Sementara di Pulau Jawa hanya berkisar Rp300 ribu per hektar. ”Itu belum termasuk biaya tanam, pemupukan, penyemprotan dan lainnya. Jika ditotal, jumlahnya mencapai Rp14 juta sampai Rp15 jutaan per hektar,” sebutnya.

Atas dasar itu, pihak Perpadi Sumut meminta Kementerian Pertanian menetapkan HPP berdasarkan regional, mengingat masing-masing provinsi memiliki ongkos produksi yang berbeda. “Jika HPP gabah berdasarkan regional, maka Bulog akan mampu melakukan serapan gabah petani,” sarannya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, M Azhar Harahap SP MMA, membenarkan usulan tersebut. Menurutnya, selama ini Bulog tak mampu melakukan serapan gabah petani karena harga jual GKP di Sumut lebih tinggi dari HPP. “Penetapan HPP gabah berdasarkan regional merupakan langkah tepat untuk melakukan serapan gabah petani,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, Juwaeni SP MMA, menyatakan, Tim Sergap pusat telah melakukan rapat koordinasi bersama pelaksana kegiatan lainnya di Kantor Bulog Divre Sumut pada Rabu (18/10/2017). Bahkan, rombongan juga mengunjungi kilang padi di Langkat dan Deliserdang untuk mendapatkan masukan seputar serapan gabah di dua kabupaten tersebut.
“Target serapan gabah Sumut tahun 2017 masih sangat minim, baru sebesar dua persen dari target sebanyak 460 ribu ton,” tandasnya. ***

Teks Foto: Sekretaris Perpadi Sumut, Ir H Eryadi Zaidun didampingi Wakil Ketua, Ir John Robert Panjaitan (sebelah kanannya), Ketua Perpadi Sumut, Ir H Ardhi Kusno dan Koordinator Bidang Humas, Ir H Lukmanul Hakim Dalimunthe MM, saat memberikan penjelasan seputar harga gabah di Sumut. Foto Fey