Sabtu, 22 September 2018

Bisnis Tekstil Terimbas Penguatan Dolar AS


#fey, medan

Bisnis tekstil di Kota Medan terimbas penguatan Dolar AS terhadap rupiah. Selain harganya naik, produk tekstil kian sulit diperoleh.

Salah seorang pedagang tekstil di Pusat Pasar Medan, Dodi mengaku harga bakal kain saat ini mengalami kenaikan tergolong tinggi. Bahan kain yang biasanya berkisar Rp12.000 per meter, kini mencapai Rp25.000 per meter. "Kenaikan harga sudah terjadi dua minggu terakhir. Barang yang naik itu rata-rata impor, salah satunya dari China," paparnya di kawasan Jalan Perniagaan Medan, Kamis (13/9/2018).

Hal senada dikemukakan pedagang tekstil di Lantai 2 Pusat Pasar Medan, bermarga Barus. "Memang betul harga sudah naik, per meternya bisa naik Rp2500-Rp5000. Makanya agak sulit kondisi kita sekarang, mau tak mau kita mengikuti harga baru saat ini agar tidak rugi," ujarnya.

Kalangan pedagang tekstil berharap, nilai tukar rupiah kembali stabil, sehingga harga kembali normal. Secara terpisah, Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Pratomo memperkirakan nilai tukar rupiah yang masih melemah memberikan dampak terhadap kenaikan biaya produksi bagi pelaku usaha dengan bahan baku impor. “Kenaikan biaya itu pasti berdampak terhadap kenaikan harga jual, apalagi kalau barang itu untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri,” tuturnya.

Ia menyatakan, dampak kenaikan harga secara umum berpengaruh kepada inflasi, sehingga secara rasional permintaan barang yang mengalami kenaikan akan berkurang. "Kenaikan harga barang juga tidak bisa dihindari akibat pemerintah telah menetapkan 1.147 barang yang mengalami kenaikkan pajak impornya untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan," sebutnya.***