Jumat, 16 November 2018

BIH Gedung Johor Fokus Benih Bawang Merah


#fey, medan
Beberapa kali sukses bertanam bawang merah varietas Bima untuk ketersediaan benih, Unit Pelaksana Teknis Daerah Benih Induk Hortikultura (UPTD BIH) Gedung Johor memperluas areal pertanamannya. Memanfaatkan dana APBN 2018, lahan seluas dua hektar (ha) disiapkan di dua lokasi, yakni BIH Gedung Johor dan Unit Kebun Siguci, Deliserdang.

“Kita siapkan dua ton benih bawang merah dataran rendah varietas Bima untuk lahan seluas dua hektar yang sedang dalam proses pengolahan tanah,” ungkap Kepala UPTD BIH Gedung Johor, Ir Bahruddin Siregar MM, di sela-sela kesibukannya mengawasi proses pengolahan tanah untuk tanaman bawang merah di lahan BIH Gedung Johor kawasan Jalan AH Nasution Medan, Selasa (4/9/2018).

Ia mengklaim, benih yang akan ditanam berasal dari hasil panen BIH Gedung Johor sebanyak satu ton dan sisanya pasokan Balai Penelitian Sayur (Balitsa) Bandung, Jawa Barat. Pihaknya juga tetap memanfaatkan benih penjenis atau label kuning karena bisa digunakan untuk tiga generasi.

“Produksi yang dihasilkan dari bawang label kuning menjadi label putih atau benih dasar. Benih bawang merah label putih itu akan menghasilkan benih label ungu atau label pokok dan setelah ditanam, hasil produksinya benih bawang merah label biru,” papar Bahruddin.

Ditambahkannya, benih label biru banyak ditanam petani untuk memproduksi bawang merah konsumsi. Sedangkan benih penjenis dan benih pokok umumnya dikembangkan pihak Balai Benih serta label ungu oleh petani penangkar.

Selama ini, kata Bahruddin, Provinsi Sumut masih bergantung pada Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah, untuk memperoleh benih bawang merah. Pihaknya berharap, melalui pengembangan bawang merah label kuning di lahan seluas dua hektar, ketersediaan benih bawang merah Sumut bisa terpenuhi dari BIH Gedung Johor. Selain itu, harga jual benih bawang merah bisa diminimalisir, tidak mahal bila dibandingkan harus didatangkan dari Pulau Jawa.

“Bila diasumsikan antara benih dan produksi 1 banding 10, maka diperkirakan hasil panen bakal mencapai 20 ton benih bawang merah label putih atau benih dasar. Setelah dihitung penyusutan selama masa penyimpanan atau masa dormansi selama dua bulan, diperkirakan jumlahnya tidak sampai 20 ton. Tapi itu sudah cukup membantu kebutuhan benih bawang di Sumatera Utara,” sebutnya.

Bahruddin mengemukakan, sudah seharusnya Provinsi Sumut mandiri dalam pengadaan bibit bawang merah. Ironisnya, para petani di provinsi ini belum tertarik untuk mengembangkannya dalam skala luas. Padahal, bawang merah potensial, mengingat, beberapa varietas bawang merah bisa tumbuh secara baik di daerah dataran rendah seperti Kota Medan. "Mungkin karena sulit memperoleh bibit bawang merah di wilayah ini, sehingga petani malas menanamnya,” tandasnya. ***

Teks Foto: Terlihat satu unit alat berat melakukan pengolahan tanah untuk pertanaman bawang merah varietas Bima di lahan UPTD BIH Gedung Johor, Selasa (4/9/2018). Foto: Fey