Rabu, 23 October 2019

Atasi Devisit Air Bersih, PDAM Asahan Perlu Bendungan


#jaka, asahan

Musim kemarau yang tengah melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia, berdampak kurangnya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Silau Piasa (PDAM-TSP) Kabupaten Asahan.

Demikian disampaikan Direktur PDAM-TSP Kabupaten Asahan H. Ruspin, S.E. kepada Wartawan, Selasa (17/9/2019) di tempat pengolahan air bersih Water Treatment Plant (WTP) Bukit Kartini Kisaran.

Ruspin menjelaskan, selain musim kemarau, Sungai Silau yang menjadi sumber bahan baku pengolahan air PDAM TSP juga merupakan penyebab devisit air karena terus mengalami pedangkalan.

Menurut Ruspin, akibat dari kurangnya bahan baku air sungai untuk diproduksi menjadi air bersih, sehingga pendistribusian air bersih ke konsumen mengalami kendala. "Pasalnya permukaan air Sungai Silau terus mengalami pendangkalan sekitar 30 cm, sehingga pasokan air yang masuk dalam kanal PDAM sangat sedikit. Dari 5 kanal, hanya 2 yang berfungsi untuk memenuhi air bersih ke konsumen," ujarnya.

Ruspin yang didampingi Kabid Pelanggan Siswanto mengatakan, dengan kondisi tersebut persediaan air hanya bisa mencapai 150 liter/detik yang siap didistribusikan ke 12 ribu lebih pelanggan PDAM TSP.

“Kalau normal 200 liter/detik. Namun kalau 150 liter/detik, air yang diterima pelanggan menjadi lebih kecil, jika dibandingkan dengan kondisi normal," jelasnya lagi.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan permohonan pembuatan Bendung atau benteng untuk meningkatkan ketinggian air yang masuk ke kanal. Namun, hingga kini permohonan tersebut belum memiliki titik terang dari pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II.

Bila pembangunan Bendung ini bisa terwujud maka persoalan bahan baku air tidak ada masalah. 

“Rencana pembangunan ini sudah kita bicarakan sejak Tahun 2017 dan lokasi sudah disurvei. Harapan kita, pihak pusat dapat merealisasikan pembuatan Bendung tersebut,” tutupnya. ***