Rabu, 23 October 2019

Akibat Kabut Asap Nelayan Tradisionil Belawan Tidak Melaut


#hendrik-rompas, belawan

Nelayan tradisional yang menggunakan alat tangkap jaring kepiting, jaring udang apung, jaring gembung dan lainnya terimbas kabut asap kebakaran hutan di sejumlah kawasan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Kondisi laut disekitaran perairan Belawan kini sudah tidak kondusif lagi buat nelayan tradisional untuk menangkap ikan, karena kondisi asap semakin tebal, sementara jarak pandang hanya berkisar 10 meter,ujar Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Medan, M Isa Albasir kepada wattawan Senin (23/9/2019).

Isa Albasir menyebutkan, hampir seluruh nelayan tradisional yang tidak memiliki alat penunjuk arah atau kompas tidak berani untuk turun melaut. "Sebagian besar nelayan memilih memperbaiki jaring ketika tidak melaut serperti ini," kata Isa Albasi

Pantauan wartawan di sejumlah tangkahan ikan di Jalan Yong Panah Hijau. Medan Marelan, Kampung Kurnia, Bagan Deli, Belawan Lama di Kecamatan Medan Belawan, hampir seluruh nelayan tradisional tidak melaut.

Sebagian nelayan terlihat memperbaiki jaring yang mereka pakai dan di antaranya ada juga yang mengganti jaring yang sudah lapuk.

"Saat tidak melaut seperti ini, kami memilih memperbaiki jaring kembung yang sudah rusak atau mengganti dengan yang baru," ujar Leman (40) warga Yong Panah Hijau, Medan Marelan. ***

Foto kapal nelayan tak melaut.(*)