Senin, 30 March 2020

Tepis Berita Hoax dan Berikan Info Terupdate Kasus Corona

"Diskominfo Langkat Menjadi yang Pertama Ciptakan Aplikasi Coronainfo di Sumut"


Bukan hanya penyebaran virus corona atau COVID-19 yang membuat masyarakat resah.  Bertebarannya berita hoax terkait corona, juga menimbulkan kejengkelan masyarakat, akibatnya situasi  kondusif pun jadi terusik. 

Contohnya, saat Langkat digegerkan soal adanya 1 warganya yang terinfeksi corona dikabarkan telah meninggal dunia, ternyata belum meninggal dan berdomisili di kota Binjai, serta kepastian jumlah suspek corona di Langkat. 

Oleh karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Langkat berdasarkan intruksi Bupati Langkat Terbit Rencana PA. 

Menciptakan sekaligus meresmikan aplikasi berbasis website yang dapat diakses melalui link: coronainfo.langkatkab.go.id pada  Kamis 19 Maret 2020. 

Aplikasi Web yang pertama kalinya diciptakan dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut ini, bertujuan memberikan berbagai info terupdate dan menepis berita hoax terkait kasus corona. 

"Aplikasi ini, diciptakan atas kerjasama Bidang Pengembangan Teknologi Aplikasi dan Informatika (PTAI) dengan Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo, untuk menjawab keresahan dan memudahkan masyarakat Langkat, mendapat info terupdate terkait corona," ungkap Kadis Kominfo H.Syahmadi, saat berada di posko satgas covid19 Dinkes Langkat, Stabat. 

Sembari menjelaskan, hal ini juga sebagai salah satu tugas Diskominfo sebagai bagian dari Satgas Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Langkat. 

Kabid IKP Diskominfo, M.Faisal didampingi Kasi Infrastruktur PTAI Diskominfo, Ibadi Rahman, sebagai 2 pejabat penggagas aplikasi ini, menjelaskan. 

Aplikasi yang dibangun hanya dalam tempo setengah hari oleh staf programer Diskominfo langkat yang bernama Rangga, selain menampilkan jumlah warga Langkat yang ditetapkan menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan) atau Suspek Corona serta warga positif corona.

Juga memberikan info jumlah kasus corona dari tingkat Provinsi Sumut, tingkat nasional sampai tingkat dunia.  "Untuk data seluruh dunia menampilkan total kasus, meninggal dan jumlah negara terpapar corona, diambil dari data WHO. Sedangkan data nasional bersumber dari Kemenkes RI, Sumut dari data Satgas Gugus Covid-19 Sumut dan Langkat sendiri dari Juru Bicara Satgas Gugus Covid-19 Langkat dr. Arifin Sinaga "ungkapnya.

Selain itu, kata Faisal, aplikasi ini juga menampilkan call canter info corona Kemenkes RI dan Posko Covid-19 Dinkes Langkat. Serta memberikan info lima lokasi RSU rujukan untuk PDP corona di wilayah Langkat, sekaligus kontaknya. Menampilkan portal berita hoax terkait corona dan berita upaya Pemkab Langkat melakukan pencegahan corona.  "Serta memberikan himbauan kiat hidup sehat pencegahan corona dan pengetahuan lainnya terkait corona," jelasnya. 

Kabid IKP M. Faisal testimoni video pengenalan aplikasi coronainfo untuk tayangn di youtube, di ruang LCC Kantor Bupati Langkat

 

Data aplikasi ini, sebut Ibadi menambahkan, diupdate 2 kali dalam 1 hari, yakni pukul 12.00 wib dan 17.30 wib. Kedepan, pengembangan aplikasi ini juga akan dilengkapi kolom komentar dan tanya jawab seputar corona, yang langsung terhubung dengan juru bicara Satgas Gugus COVID-19 Langkat. "Semoga aplikasi ini, memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Langkat dalam menghadapi Pandemi Corona," harapnya. 

Terpisah, sebelumnya Diskominfo juga melakukan koordinasi dengan delapan stasiun radio lokal mulai dari 9 Maret 2020, kembali Kadis Kominfo H.Syahmadi menyampaikan, sebagai upaya pencegahan COVID-19. 

Koordinasi itu, berdasarkan surat edaran Bupati Langkat, untuk kerjasama mensosialisasikan himbauan Bupati Langkat melalui siaran radio selama 7 hari, terkait pencegahan corona. 

Yakni siaran di radio Senandung Langkat (SLI), siaran Pemda Langkat, Cirana Indah Alam Bana, Swara Brandan Berseri, Anggraini Kalamaira (AKA FM), Swara Langkat Persada (SLTP AM) dan radio Rakom Jore. 

Selain itu, sambungnya,  Diskominfo juga terus melakukan kerjasama dengan puluhan media surat kabar dan online, guna menyampaikan himbauan Bupati  dan info terbaru kepada masyarakat Langkat, terkait pencegahan dan perkembangan info kasus COVID-19 khususnya untuk wilayah Langkat.  "Tunjuanya, agar masyarakat tidak panik dan tertipu dengan info paslu yang dapat menimbulkan provokasi, " tandasnya. ***

 

 

Teks: Satgas Gugus Pencegahan COVID-19 melakukan pemantau di RUS Rujuk PDP Corona

Satgas Gugus COVID-19 Langkat Terus Bersiaga

"Pantau Kesiapan Puskesmas dan RSU Rujuk PDP Corona"

 

Bukan dikarenakan menerima info satu (1) orang warga Kabupaten Langkat dari Kecamatan Selesai dinyatakan positif terinfeksi  virus Corona atau Covid-19. Buktinya, setelah mengetahui info tersebut ternyata salah, karena diketahui pasien tersebut berdomisili di kota Binjai.

Namun, kesiagaan ini tetap dilakukan Satgas Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Langkat atas instruksi Bupati Langkat Terbit Rencana PA, demi menjamin warganya dari infeksi penyebaran wabah corona. 

Bak kata pepatah ‘Lebih Baik Mencegah Dari Pada Mengobati’

Yakni, dengan melakukan pemantauan kesiapan tenaga Kesehatan Langkat, baik dari kesiapan diri dan peralatan medis yang dibutuhkan.

Pemantauan yang dilaksanakan selama dua hari mulai 20-21 Maret 2020 ini, melihat kesiapan Posko informasi pencegahan Covid-19 di Kantor Dinkes Langkat,  kesiapan lima Rumah Sakit Umum (RSU) rujukan untuk PDP (Pasien Dengan Pengawasan) atau Suspek Covid-19, serta kesiapan Puskesmas yang terdapat di 23 Kecamatan di keseluruhan wilayah Langkat. "Selain upaya antisipasi dan penekanan terhadap penyebaran Covid-19, pemantauan ini sekaligus untuk mengarahkan tenaga kesehatan, agar selalu mensosialisasikan dan edukasi perilaku hidup sehat kepada masyarakat," ungkap Jubir Satgas Gugus COVID-19 dr. Arifin. 

Jubir Satgas, juga menjelaskan, posko siaga ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya mobil ambulance, petugas medis, obat- obatan dan papan informasi serta call centre yang bisa dihubungi masyarakat secara umum 24 jam. Saat ini sedang akan di adakan lagi alat2 tambahan seperti APD (Alat Pelindung Diri), dan peralatan tanggap darurat lainnya dari pusat dan daerah.

Untuk tim yang bertugas di posko ini terdiri dari petugas gabungan, yakni dari Dinkes, Diskominfo, BPBD, TNI/ Polri dan para tenaga medis yang siaga 24 jam.

Sedangkan, RSU yang ditetapkan untuk rujukan atau pelayanan di daerah, ungkap dr Arifin, terdapat 5 yakni RSU Tanjung Pura, Putri Bidadari, Delia, PTPN II Tanjung Selamat dan RSU Pertamina. “Hasil dari pantau kami, RS ini sudah cukup memadai untuk menjadi rujukan pasien PDP Covid-19, sebelum nantinya dirujuk ke RSU Adam Malik Medan,” ungkapnya.